Bayi Ini Menderita Hydrocephalus, Perlu Dana 17 Juta Agar Selamat

Abidzar Khoiru Mustofa (4 Bulan) lahir dengan penyakit Hydrocephalus. Hydrocephalus adalah menumpuknya cairan di dalam rongga otak. Cairan serebrospinal umumnya mengalir di dalam ventrikel (rongga otak) dan ‘membasahi’ otak dan tulang belakang. Cairan yang berlebihan tersebut dapat menekan otak bayi, menyebabkan kerusakan, gangguan fisik dan mental.

Mustofa merupakan putra dari pasangan Kirnanto (37) dan Endah (35). Pasangan ini berkediaman di di Deresan RT.02/07 Pondok Grogol, Sukoharjo-Jawa tengah.

“Saat lahir mustofa keliatan normal sehat saja tapi 2 bulan belakangan di kepala ada benjolan yg hari demi hari bertambah besar.” tulis Firman Rudi Salam yang merupakan salah satu karyawan Baitul Mal FKAM.

Baitul Mal FKAM (Forum Komunikasi Aktivis Masjid) merupakan  lembaga amil zakat, infaq dan sodaqoh yang berpusat di Solo. Salah satu bentuk penyaluran dana dari para dermawan adalah dengan membantu pengobatan kaum muslimin yang tertimpa musibah.

Kedua orang tua sudah berusaha memeriksakan ke Dokter spesialis anak. Menurut dr. Oen, selaku dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa penanganan satu-satunya agar bayi ini selamat adalah dengan operasi.

Biaya operasi Mustofa diperkirakan memakan dana hingga Rp 17 Juta.

Kirnanto adalah seorang pedagang Angkringan (pent. tempat makan dan minum berupa gerobak dorong di pinggir-pinggir jalan khas Jogja-Jateng). Meskipun demikian, Kirnanto merupakan salah satu donatur Baitul Mal FKAM yang senantiasa menyisihkan sedikit dari hasil jualannya di jalan Allah.

Bayi Hydrocephalus butuh dana 17 juta

Donasi untuk pemenuhan biaya operasi Mustofa dapat disalurkan melalui Yayasan Baitul Mal FKAM melalui:

Rekening Bank Syariah Mandiri No.7083865711 a.n. Yayasan Baitulmal FKAM.
Konfirmasi transfer: 0858-7862-3933

Kontributor: Firman (Baitul Mal FKAM)
Editor: Destur

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker