Tips-Tips Untuk Bunda Agar Produksi ASI Lancar

0
ASI sangat baik bagi bayi, sehingga harus diberikan secara maksimal.
Produksi ASI ibu kurang maksimal?
Atau produksinya maksimal tapi sulit untuk dikeluarkan saat bayi menyusu?

Beragam permasalahan akan dihadapi oleh ibu hamil hingga menyusui. Penyebab utama yang merupakan hal penting adalah tingkat pengetahuan. Boleh jadi tingkat pengetahuan ibu masih belum banyak seputar bagaiaman menghadapi kondisi hamil dan menyusui. Bisa berupa kurangnya akses ilmu, minimnya sarana kesehatan atau paradigma yang masih menanggap urusan itu bersifat “NANTI”.

Salah satu masalah yang akan dihadapi ibu yang saat mengasuh bayi adalah produksi ASI. ASI terkadang tidak mau keluar sesuai dengan yang dikehendaki. Otak pun tidak dapat diperintah secara spontan untuk memproduk ASI. Beberapa tips yang akan disajikan di bawah ini merupakan sediikit cara dari beragam cara untuk merangsang produksi ASI lancar.

Jauhi rokok hingga perokoknya. Penting untuk diperhatikan, hendaknya jangan memilih suami perokok. Pacaran memang tidak dilarang oleh undang-undang negara namun sebagai muslim hendaknya tidak pacaran. Ketika melangkah para proses ta’aruf (perkenalan), pastikan bertanya apakah calon pasangan itu seorang perokok. Bukan soal cinta atau tidak cinta namun cinta itu akan berlanjut hingga ke alam akhirat. Hal ini menjadi pertimbangan hingga ke kehidupan berumah tangga. Jika suami perokok maka bukan hanya soal perekonomian yang boros namun kesehatan keluarga juga dipertauhkan. Racun rokok menjadi penghambat produksi ASI lancar. Racun ini masuk ke dalam darah dan memengaruhi jumlah ASI. Pria yang tidak dapat menjaga kesehatannya sendiri apakah masih tetap dipilih untuk menjaga kesehatan istri dan anak-anaknya.

Lakukan breast care. Penjelasan tentang breast care telah ditulis pada artikel sebelumnya. Selebihnya dapat dibawa di sini.
Posisi bayi yang tepat saat menyusu pada puting. Pastikan bayi memasukkan puting hingga daerah areola ke mulut bayi agar hisapan sempurna dan tidak melukai ibu. Hisapan mulut bayi pada puting ibu akan menyetimulasi produksi ASI lancar.

Hindari stres. Stres dalam bentuk apa pun hendaknya dihindari. Baik itu sedih atau marah akana mempengaruhi kondisi fisik ibu. ASI berhubungan dengan hormonal sehingga jika hormon dalam tubuh terjadi kekacauan akibat kondisi psikis maka produksi ASI juga akan terganggu. Selalu berdzikir dan melantunkan ayat Al Quran saat menyusui atau menenangkan si kecil adalah solusi menghindari stres. Sang ayah pun harus memahami kondisi sang ibu. Peringatkan ayah agar tidak membuat ibu mengalami kegundahan.

Jangan tunda menyusui ketika bayi ingin menyusu. Bayi tidak seperti orang dewasa yang telah terprogram lambungnya. Bayi akan meminta susu sewaktu-waktu tanpa perlu tahu ibunya sedang mandi, memasak, tidur atau aktivitas lain. Intensitas menyusui juga mempengaruhi rangsangan terhadap kelenjar susu pada payudara ibu.

Makanan bernutrisi harus terprogram dengan baik. Buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan untuk membantu proses laktasi. Perlu ditekankan untuk para ibu bahwa ibu sedang makan untuk porsi dua orang, sehingga nutrisi harus dijaga baik bermanfaat untuk ibu juga untuk si kecil.

Istirahat dengan baik dan olah raga secukupnya. Mengasuh bayi bukan berarti harus selalu berdiam diri di kamar, aktivitas rumah tangga juga harus diperhatikan. Setelah masa-masa pemulihan pacsa persalinan berakhir, ibu diajarkan untuk melakukan senam nifas. Biar pun begitu, bagi ibu yang mungkin mendapat beban bekerja membantu perekonomian keluarga, jangan sampai mengalami kelelahan berlebih.

Tinggalkan Komentar