Syi’ah Dicela Oleh Imam Syafi’i Rohimahullah

Kelompok sesat yang hingga kini masih tetap eksis di Indonesia salah satunya adalah Syi’ah. Kelompok sesat lagi kafir ini telah menodai kesucian Islam. Kebiadaban mereka di negeri-negeri muslim hingga kini masih berlanjut. Mulai dari Iraq, Iran, Lebanon, Yaman hingga kini masih berkelanjutan kebengisan mereka membantai kaum Muslimin di Suriah.

Imam Syafi’i rohimahullah, sebagai salah satu ‘Ulama madzhab yang paling banyak dianut di Asia telah memberikan rambu-rambu akan kesesatan aliran Syi’ah ini. Beberapa kutipan pendapat beliau terkait Syi’ah amatlah tegas menolak adanya kelompok Syi’ah ini sebagai bagian dari Ahlus Sunnah. Syi’ah telah nyata keluar dari ahlus sunnah wal jama’ah (ASWAJA).

Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan:

أَفْضَلُ النَّاسِ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ

“Manusia paling mulia setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali” (Ma’rifat Sunan wal Atsar, karya Imam Baihaqi 1/192)

Yunus bin Abdul A’la juga mengatakan:

سمعت الشافعي إذا ذكر الرافضة عابهم أشد العيب, فيقول: شر عصابة

Aku pernah mendengar Imam Syafi’i, bila menyebut kelompok Syiah Rafidhah, beliau mencela mereka dengan celaan yang paling buruk, lalu beliau mengatakan: “mereka itu komplotan yang paling jahat!” (Manaqib Syafi’i, karya Imam Baihaqi 1/468)

Imam Asy Syafi’i dengan murid seniornya, Al Buwaithi:

البويطي يقول: سألت الشافعي: أصلي خلف الرافضي؟ قال: لا تصل خلف الرافضي، ولا القدري، ولا المرجئ. قلت: صفهم لنا. قال: من قال: الإيمان قول، فهو مرجئ، ومن قال: إن أبا بكر وعمر ليسا بإمامين، فهو رافضي، ومن جعل المشيئة إلى نفسه، فهو قدري

Albuwaithi: “Aku pernah bertanya kepada Imam Asy Syafi’i, apakah boleh aku shalat di belakang orang berpaham (syi’ah) rafidhah?”

Imam Asy Syafi’i menjawab: “Janganlah shalat di belakang orang yang berpaham Syi’ah Rafidhah, atau orang berpaham Qadariyah, atau orang berpaham Murji’ah!”.

Al Buwaithi mengatakan: “Sebutkanlah sifat mereka kepada kami!”

Imam Syafi’i menjawab: “Barangsiapa mengatakan bahwa iman itu perkataan saja, maka ia seorang Murji’ah. Barangsiapa mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan imam, maka ia seorang Syiah Rafidhah. Barangsiapa menjadikan kehendak untuk dirinya, maka ia seorang Qadariyah” (Siyaru A’lamin Nubala, karya Imam Dzahabi 10/31).

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker