Spritam, Obat Pertama yang Akan Dicetak dengan Mesin Printer

Sebuah perusahaan farmasi mencetak obat untuk pertama kalinya dengan menggunakan printer 3D. Produksi obat dengan metode ini mendapatkan lisensi dari badah pengawas makanan dan obat Amerika. Perusahaan satu-satunya yang mendapatkan lisensi tersebut adalah Aprecia Pharmaceuticals.

 

Dilansir Medical News Today (4/8), obat yang pertama kali diproduksi dengan printer 3D tersebut adalah SPRITAM (levetiracetam). Obat ini berbentuk pil yang mudah larut untuk mengatasi kejang pada penderita epilepsi.

 

Setiap tahunnya di Amerika, sekitar 150.000 orang didiagnosis menderita epilepsi. Dari sejumlah 2,9 juta penderita epilepsi, 460.000 diantaranya adalah anak-anak. Epilepsi adalah gangguan otak yang ditandai dengan terjadinya kejang, yang dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit.

 

Sebuah penelitian pada tahun 2012 tentang perilaku penderita epilepsi saat minum obat telah dipublikasikan dalam the journal Epilepsy and Behavior. Studi tersebut menemukan bahwa 71% pasien epilepsi menyatakan lupa, kehilangan atau melewatkan untuk minum obat anti kejang.

 

“Dalam pengalaman saya, pasien dan perawat sering mengalami kesulitan mengikuti program pengobatan,” kata Dr Marvin H. Rorick III, seorang ahli saraf di Riverhills Neuroscience di Cincinnati, OH. Poin penting dalam pengobatan epilepsi adalah kepatuhan pada program terapi yang disediakan.

 

Tim Aprecia menggunakan teknologi ZipDos untuk mengembangkan SPRITAM. Teknik Zipdos adalah teknik yang awalnya diciptakan oleh para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Zipdos adalah teknik membuat obat dalam bentuk padat berupa pil namun mudah larut saat diminum hanya dalam satu tegukan. Obat yang dibuat dengan teknik ini dapat ditingkatkan dosisnya hingga 1.000 mg pada tiap pilnya. Aprecia mengatakan bahwa SPRITAM akan tersedia mulai awal tahun depan.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker