Segera Hadir, Alarm Pelindung Diri dari Perkosaan

0
Bermula dari sebuah tragedi perkosaan di komplek apartemen Rebecca Pick, menginspirasi mahasiswa Universitas Strathclyde ini untuk menciptakan alat pelindung diri otomatis. Alat peringatan ini berukuran panjang 6 cm, lebar 3,5 cm dan berat 40 gram, dapat dipasang pada tali bra, ikat pinggang atau bagian lain dari pakaian. Untuk mengaktifkannya, cukup dengan menekan dua tombol di kedua sisi perangkat, yang dihubungkan dengan perangkat ponsel. Ketika terjadi serangan perkosaan atau pelecehan, alat tersebut akan secara otomatis memicu panggilan ke stasiun pemantauan polisi di mana staf akan mendengarkan suara saat kejadian berlangsung. Kemudian melalui GPS, polisi akan melacak tempat kejadian perkara.

Dilansir The Guardian (2/8), perangkat ini didesain otomatis dengan sebuah sensor suara dan detak jantung atau suara nafas. Sensor akan segera merespon jika tertangkap suara jeritan dan detak jantung serta pola nafas meningkat. Alat ini akan memberitahukan kondisi bahaya kepada polisi atau kerabat terdekat.

Perangkat ini terhubung dengan ponsel melalui bluetooth. Sayangnya, ia harus selalu terhubung dengan ponsel agar tetap berguna. Jika ponsel ternyata kehabisan baterai maka tindak kejahatan akan sulit untuk dilacak. Selain itu, jika sinyal saat itu tidak mendukung maka ponsel pun tidak akan dapat menghubungi pihak kepolisian.

Alarm pelindung diri ini akan dikembangkan dengan nilai investasi 60.000 Euro. Produk ini dikemas dengan balutan warna netral (putih) agar tidak tampak dari luar pakaian. Alat ini akan diuji coba sebelum akhirnya diluncurkan pada Oktober 2015.

Perundingan kerja sama sedang dilakukan dengan pihak stasiun pengawas milik negara. Perangkat ini rencananya akan dilepas ke pasaran secara gratis. Namun penggunanya harus membayar 5-10 Euro untuk biaya pelayanan stasiun pemantauan.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.