Sederhana Mencegah Kelelahan Mata Saat Main HP

0

Masih ingatkah Anda ketika awal munculnya HP, tentu para orang tua masih cukup mengenal istilah HP pisang. HP yang ukurannya ibarat pisang Ambon atau bahkan lebih mirip batu bata. Tapi untungnya tidak sebesar batako. Dulu, layar HP hanya sebesar jari kelingking. Cukup kecil dan sulit untuk dilihat. Tapi manfaatnya adalah tidak membuat mata menjadi mudah lelah seperti halnya tatkala menggunakan HP layar sentuh. Semakin lebar layar maka semakin banyak pencahayaan yang menyebabkan mata mengeluarkan energi ekstra untuk menangkap tiap sudut layar. Tentu harus ada langkah untuk mencegah kelelahan mata saat main HP.

Mata lelah karena terlalu lama bermainan HP atau komputer, tentunya dapat disiasati dengan cara yang cukup sederhana. Menyikapi dampak lebih lanjut seperti mata minus (miopi), ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk mencegah kelelahan mata saat main HP.

Berikut ini trik sederhana untuk mencegah kelelahan mata saat main HP:

Istirahatkan mata setiap 20-30 menit sekali
Istirahatkan mata setelah menatap layar HP maksimal 20-30 menit. Lihatlah sekeliling agar daya akomodasi otot mata dapat melakukan relaksasi.

Pencahayaan layar HP diatur auto
Pastikan jarak antara mata dengan HP atau komputer minimal 30-50 cm. Cahaya HP atau komputer juga dikondisikan. Gunakan cahaya terang saat di tempat terang dan redupkan saat di tempat gelap.

Kondisi cahaya sekitar
Jika di dalam rumah, pastikan pencahayaan ruangan memadai. Jangan tatap layar gadget terlalu lama jika kondisi cahaya ruangan kurang baik. Hal ini dapat menzalimi mata.

Lakukan pemijatan
Pijat pada area sekitar mata. Dapat pula menggunakan alat bekam di sekitar mata seperti pelipis dan dahi. Jangan lakukan pembekaman pada bola mata, bisa buta.

Tips di atas tentunya akan terus berkembang sesuai kondisi. Namun minimal lakukanlah hal di atas. Banyak tips yang sudah disajikan oleh berbagai website. Semoga yang sedikit ini dapat menjadi pelengkap.

Jika anda adalah termasuk orang yang beranggapan bahwa berkaca mata itu “keren”, maka pikirkan kembali pikiran itu. Boleh jadi Anda akan lebih memilih untuk memiliki mata normal kembali ketika sudah divonis harus memakai kaca mata.

Tinggalkan Komentar