Sebuah Pondok Pesantren Dibakar di Waena Papua

0
Atap plafon Ponpes Al Muttaqin di Papuas yang dibakar tampak hangus.

Jelang akhir Agustus, Papua kembali membara. Sebuah pondok pesantren dibakar orang tak dikenal. Pondok yang bernama Al Muttaqin tersebut dibakar pada Sabtu tadi (29/8/15).

Pondok yang berdiri kokoh di sebidang tanah di Waena Jayapura ini telah dua kali mengalami pembakaran. “Ini merupakan kebakaran yang kedua kali”, tulis Kiblat.net (29/8).

Dirilis dalam Kiblat.net, tadi siang rombongan dari Forum Zakat (FOZ) berkunjung ke lokasi pesantren. Tampak sudut bangunan plafon terbakar. Polanya seperti dinding yang ditempeli obor, menghanguskan sebagian dinding dan plafon sudah berlobang hitam. Genangan air tampak di bawahnya, bekas upaya pemadaman oleh para santri.

Yatiman selaku pengasuh dan pendiri pondok pesantren yang dibakar ini pun angkat bicara. “Ini jelas dibakar. Lihat itu pelaku masuk dari pagar duri yang rusak,” kata Yatiman.

Pagar yang dipasangi kawat berduri pun tampak terkoyak. Terdapat bekas diinjak sehingga kawat melengkung.

Senin pekan lalu, seluruh tempat tidur dan ruang kelas hangus dilalap Si Jago Merah. Itulah kejadian pertama pembakaran pondok pesantren di Papua ini.

Menurut laporan Kiblat.net, akibat pondok pesantren dibakar, sejumlah buku, kitab, alat tulis dan perangkat belajar mereka hangus. Bahkan al Quran yang biasa mereka pakai menghafal dan tadarus, hancur tinggal serpihan. Sejumlah 45 santri pun kini tak punya lokasi memadai untuk belajar.

“Komitmen Pemkot Jayapura itu harus dikawal benar. Negara harus ada dan hadir dalam seluruh konflik sosial di Papua ini,” ujar Sekjen Forum Zakat Nasional, Sabeth Abilawa.

Menurut Sabeth, termasuk di Tolikara, negara harus hadir dan mengayomi seluruh warganya. Pengungsi yang berada di kantor bupati, tidur, makan, dan beraktivitas di sana, tak kunjung pasti. Rumah kios mereka belum wujud sempurna, lambat prosesnya. Bahkan bantuan makanan tak juga datang.

“Negara seperti tak hadir di Tolikara. Maka, di Distrik Heram Jayapura ini, negara harus hadir. Walikota Jayapura dan aparat seluruhnya harus lindungi warganya,” tegas Sabeth yang juga Direktur Pemberdayaan Dompet Dhuafa.

Forum Zakat datang memberi santunan kepada pesantren Al Muttaqin untuk perbaikan awal. “Santunan ini semoga memicu pihak lain, terutama Pemerintah Kota Jayapura, agar mereka sigap, baik membangun maupun melindungi warganya,” pungkasnya.

Source: Kiblat.net

Tinggalkan Komentar