Perawat Muslimah Pakai Celana, Boleh gak sih?

Senyumperawat.com – Termasuk pakaian buruk yang dikenakan oleh wanita hari ini adalah yang dinamakan pantalon (celana). Celana itu banyak dikenakan oleh remaja-remaja dan para wanita dewasa. Mereka mengenakan pakaian itu sekedar memaksakan diri dan bahwasanya pakaian itu hanya menutup warna kulit saja. Dan pada dasarnya pakaian itu menjadikannya sebagai sebuah sifat yang membawa kepada watak seseorang. Apalagi pakaian itu memiliki warna, model dan bentuknya yang beragam sehingga sampai pada taraf yang menimbulkan bencana bagi orang-orang tua sebelum dirasakan oleh para pemuda.

Tak satu pun ‘Ulama terpercaya berbeda pendapat dalam mengharamkan wanita yang mengenakan celana tersebut di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya karena perbuatan itu mengandung bahaya. Bahaya itu diketahui setiap orang yang memiliki AKAL SEHAT.

Muat Lebih

Lalu dimana posisi laki-laki yang bukan mahrom dan wali wanita?
Dimana semanat untuk kembali kepada perangai yang baik?
Dimana keimanan kepada Allah?

Semua itu lenyap. Betapa kasihan mereka dengan cepat meniru kaum lelaki dan wanita kafir. Mereka terperosok dengan cepat dalam mengikut mode, adab dan tingkah laku. Mereka juga terperosok dengan cepat kepada semboyan, “Kami hanya ingin bersenang-senang dimasa muda kami”. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Syaikh Muhammad Al Munajjid berkomentar,
“Celana itu (bagi wanita. pent) tidak terlepas dari kemunkaran. Sudah pasti pakaian itu sempit. Pakaian itu juga terbuat dari bahan yang tipis dan menempel pada tubuh. Sebagian orang berani bersumpah bahwa sebagian celana yang dikenakan para wanita itu lebih banyak menimbulkan bencana dibanding jika wanita itu tidak mengenakannya.”

Sebagian wanita yang mengenakan celana itu sangat sempit sekali pada bagian kedua kaki dan terkadang persis dengan warna kulit sehingga dengan hal itu orang akan mengira ia tidak mengenakan pakaian sedikit pun. Hal itu sudah pasti adalah DOSA yang sangat umum.

Oleh karena itu, sangat bijaksana sekali apa yang telah diharamkan oleh sebagian para ulama tentang wanita yang mengenakan celana walaupun wanita iu mengatakan “celana itu lebar”.

Semuanya kita serahkan kepada Allah tentunya, wanita itu boleh saja mengenakan untuk suaminya. Apabila pakaian itu tidak menyerupai celana laki-laki dan juga tidak boleh dipakai dihadapan muslimah lainnya dan tidak juga dihadapan mahramnya apalagi dihadapan laki-laki yang bukan mahrom. Karena sebagian celana yang dikenakan wanita itu seperti Jeans. Celana itu tidak dapat membedakannya dengan laki-laki Amerika dan Eropa. Oleh karena itu mengenakan celana hukumnya adalah haram (jika bukan pada tempatnya sebagaimana disebutkan pada pembuka paragraf).

Begitu pun jika perawat mengenakan seragam. Hendaknya tidak mengenakan pakaian yang sempit dan celana panjang. Tentu sebagai seorang perawat muslimah, kewajiban untuk mengenakan pakaian syar’i tidak akan kemudian diubah seenaknya. Masih banyak kampus kesehatan baik Akper atau Stikes yang masih melarang mahasiswinya yang muslimah mengenakan rok dan jilbab lebar hingga sepinggang atau bahkan selutut.

Source: Asy Syarif, Isham bin Muhammad (2012). Panduan Tarbiyah Wanita Shalihah Hal. 319-321. AL Qowam: Surakarta

Pos terkait