Perawat Muslim Asal London Dihajar Karena Berpenampilan Sunnah

0
Qaiser Hamid (37), wajah perawat muslim ini memar dan berdarah karena dipukuli secara Rasial dengan penampilannya yang sesuai Sunnah Rosul.

Kasus penganiayaan berlatang belakang SARA terjadi di Inggris. Seorang perawat muslim dianiaya lantara tampilannya yang mengikuti sunnah Rosul. Wajah berjenggot dan busana yang syar’i menjadi ejekan oleh segelintir pemuda saat itu. Qaisar Hamid, nama perawat yang dipukuli karena SARA.

“Saya dipukul oleh salah satu dari mereka dan saya mencoba untuk membela diri, maka mereka semua memukul saya. Saya dipukul berkali-kali,” ungkap Qaiser Hamid seperti dilansir Mirror.co.uk  (19/8/15).

“Toko itu berlumuran darah akibat darahku yang berceceran di semua tempat. Itu benar-benar tak beralasan.”

“Saya merasa dalam kondisi yang tidak baik dan saya tidak ingin kembali ke Stockport. Hal ini benar-benar mempengaruhi psikologis saya dan saya merasa kesulitan untuk keluar dari rumah.”

“Saya harus pergi ke rumah sakit dan saya mengenakan penutup kepala karena saya merasa sadar diri dan tidak ingin orang-orang menghakimi,” tambah perawat Muslim berusia 37 tahun itu.

Tragedi ini dialami perawat muslim asal kota London ini ketika ia sedang berbelanja di pusat kota Stockport dengan istrinya. Kemudian seorang gadis remaja berteriak, bereaksi terhadap jenggotnya, dan melontarkan kata-kata rasis sebelum kemudian teman-teman prianya mulai meninju wajah Qaiser.

Qaiser, yang berdiri di luar sebuah toko sepatu pada saat itu, harus dirawat di rumah sakit karena luka dan memar di wajahnya. Staf toko menelepon polisi dan Qaiser, dari Heaton Norris.

“ini pasti motif rasial, mereka terus menyebut jenggot saya dan busana Muslimah yang dikenakan istri saya (Farah) dan mereka terus menggunakan kata-kata yang menghina,” tambah Qaiser.

Para anggota geng yang menyerang itu berusia sekitar 15 sampai 17 tahun.

Inspektur Stephen Gilbertson dari kantor polisi Stockport memerintahkan dengan tegas untuk menangkap pelaku penyerangan itu.

“Kami melihat banyak pemuda yang berkumpul di sekitar pusat Stockport selama seminggu terakhir dan puncaknya adalah kejadian ini,” kata Inspektur Gilbertson.

Tinggalkan Komentar