Perawat Katholik Masuk Islam Setelah Pasiennya Sembuh

0

Dania Newels (55 Tahun), seorang kepala perawat di salah satu Rumah Sakit di Saudi. Ia masuk Islam setelah keajaiban terjadi pada pasiennya. Nama Dania yang sebelumnya bernama Duris Newels menceritakan kisah hidupnya yang berasal dari keluarga Katholik, pandangan negatif mereka tentang Islam, pencarian rohaninya yang tidak pernah puas ketika memeluk berbagai agama sebelumnya, hingga memutuskan untuk memeluk Islam setelah sebuah insiden yang terjadi dalam kehidupannya.

Dania Newels mengatakan bahwa meskipun ia telah menjadi Katolik untuk waktu yang lama, dia bukan umat Katolik yang taat. Dia pergi ke sebuah sekolah Katolik karena “orang tuanya menyuruhnya untuk melakukannya”.

“Keluarga dan kerabat saya menyebut diri mereka Kristen Katolik. Jadi, ketika Anda lahir di lingkungan seperti itu, kita harus menerima apa yang ada di sekitar Anda, tanpa pernah tahu apa agama itu sesungguhnya,” kata Dania.

“Di Filipina, ketika saya masih muda, kami memiliki konsepsi yang sangat negatif tentang Muslim, kami percaya bahwa mereka adalah orang jahat, pengkhianat, dan selalu melawan kami. Kami tidak pernah berurusan atau mempelajari keyakinan mereka. Itu hanya dalam pikiran kami.” tambahnya.

Ketika Dania datang ke Arab Saudi pada tahun 1990 untuk bekerja, itu adalah pertama kalinya ia bertemu banyak umat Islam.

“Saya kaget mengetahui tentang orang Islam, agama dan ibadah mereka karena saya belum pernah melihat hal seperti itu di Filipina di mana saya belum pernah melihat masjid atau orang melakukan Shalat. Saya memperoleh semua informasi dasar tersebut di sini,” katanya.

Dania menggambarkan hidupnya seperti Roller Coaster ‘”dengan banyak naik turun. Dia telah melompat dari satu agama ke agama lain tetapi tidak pernah puas, katanya.

“Ketika Anda putus asa dalam hidup, Anda selalu mencari seseorang yang dapat membantu Anda. Saya telah ke gereja tapi tidak memuaskan saya.,” Katanya.

Dania berteman dengan beberapa Muslim dilingukungannya bekerja, tetapi pikiran untuk memeluk Islam tidak pernah melintas di benaknya sampai sebuah insiden yang katanya berubah sudut pandangnya tentang kehidupan.

“Lima tahun lalu, saya tidak pernah berpikir bahwa saat seperti ini (menjadi Muslim-Red) akan datang dalam hidup saya. Hidup ini sangat sulit. Saya mulai merenungkan seperti apa menjadi seorang Muslim. Saya bertanya teman-teman Muslim saya tentang hal itu dan apa yang mereka katakan, seperti tentang hari kiamat, api neraka dan kehidupan di akhirat, membuat saya tertarik. Mereka mengatakan kepada saya bahwa Allah Subhanaahu Wa ta’ala adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara dan Penjaga dan tidak ada yang selain-Nya dan Muhammad Sholallaahu ‘Alaihi Wa sallam adalah Nabi terakhir. Percaya pada prinsip-prinsip ini membuat seseorang menjadi Muslim, hal tersebut sangat sederhana.” kata Dania.

Dia lebih lanjut membaca buku tentang Islam, menonton video tentang kehidupan Nabi Sholallaahu ‘Alaihi Wa sallam. Dia membaca tentang perbedaan antara Alkitab dan Al-Qur’an dan membandingkan dua agama tersebut.

“Meskipun saya mengerti banyak hal tentang Islam, saya masih memiliki keraguan dalam pikiran saya untuk masuk Islam hingga suatu hari kami menerima pasien yang akan meninggal. Dia kemudian dirawat untuk waktu yang lama karena patah tulang belakang. Saya minta tanda dari Tuhan. Aku berkata kepada Tuhan bahwa saya akan menerima Islam jika pasien ini sembuh,” katanya.

Dania mengatakan bahwa akibat kondisi pasien yang parah, dia tidak terlalu berharap bahwa Sultana, nama pasien tersebut, akan sembuh.

“Pada hari yang sama, dr. Tariq memberitahu saya bahwa Sultana sudah pulih dan dalam keadaan baik. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya berkeringat dan tidak tahu harus berkata apa. Saya mengatakan kepada dr. Tariq tentang tanda yang telah saya minta kepada Tuhan untuk dikabulkan. Itu momen yang sangat saya sadari bahwa saya harus menepati janji saya dan menerima agama-Nya yang benar, jalan yang telah Dia (Allah) tunjukan” kata Dania.

Setelah menyatakan diri masuk Islam, Dania kemudian pergi ke Makkah untuk melakukan ibadah Jumat.

“Saya hanya berdoa agar Allah Subhanaahu Wa ta’ala akan membimbing saya di jalan yang benar dan akan ada untuk saya selalu. Saya harap saya tidak terlambat dalam menemukan cahaya kebenaran,” ungkap Dania.

Source: Arabnews.com
Alih bahasa: Voa-islam.com

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.