Pelatihan Perawat Spesialis Kanker Akan Hadir di Surakarta

Fakutas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Rumah Sakit dr. Moewardi dan The Dutch School of Gynecologic Oncology and Pelvic Surgery Belanda sepakati kerjasama pelatihan perawat spesialis kanker, Senin (10/8/2015).

Penandatangan nota kesepahaman tersebut berlangsung di ruang sidang rektor, Kantor Pusat Dr. Prakosa UNS. Bentuk kerjasama yang akan berlaku hingga 2017 ini adalah pelatihan kepada 60 perawat yang khusus menangani kanker.

Muat Lebih

Prof Dr. A Peter M Heintz, Kepala The Dutch School of Gynecologic Oncology and Pelvic Surgery mengatakan bahwa banyak dokter-dokter ahli kanker namun belum dimbangi dengan jumlah perawat ahli yang mampu menangani posien kanker.

Peter menambahkan dengan adanya pelatihan keahlian meniadakan jarak kompentensi yang dimiliki dokter dan perawat. Meski yang mengikuti pelatihan 60 perawat dan tidak sebanding dengan 250 juta penderita kanker di Indonesia, Peter berharap pelatihan ini mampu memberikan snowball effect di kemudian hari.

Para perawat yang mengikuti pelatihan perawat spesiali kanker ini nantinya akan mendapat sertifikat internasional dan bisa menjadi trainer untuk pelatihan kepada rekan-rekan perawat lainnya. Materi pelatihan yang diberikan kepada perawat spesialis ini di antaranya ilmu dasar kanker, perawatan pascaoperasi, perawatan pasca kemoterapi.

dr. Hartono, Dekan Fakultas Kedokteran UNS menyambut baik kerjasama ini. dr. Hartono menjelaskan, kerjasama ini merupakan kerjasama lanjutan yang sudah diawali tahun 2011 lalu . Pada tahun 2011, UNS mengirimkan staf ke Utrecht University untuk mendalami Oncology.

“Pada tahun 2013 gantian dari Utrecht datang ke sini (UNS) untuk melatih rekan sejawat. Nah, setelah dokter dilatih, kini saatnya melatih perawat karena (perawat dan dokter) satu kesatuan,” papar dr. Hartono.

Dekan FK UNS ini menyadari penderita kanker di Indonesia semakin banyak. Ia berharap melalui peningkatan kompetensi tenaga medis ini mampu meningkatkan penanganan kanker di Indonesia.

Source: uns.ac.id

Pos terkait