Pelajari Cara Mengatasi Muntah Pada Anak

Pelajari Cara Mengatasi Muntah Pada Anak
Ketika anak anda muntah, apakah yang anda lakukan? Panik, segera pergi ke dokter atau hanya dilumuri minyak hangat atau dikerik? Tindakan orang tua akan sangat beragam. Panik sudah pasti namun bentuk panik yang justru menambah masalah tentunya bukan hal yang baik. Pada dasarnya muntah adalah mekanisme otomatis tubuh manusia untuk mengeluarkan zat yang tidak diinginkan. Pada saat mual, seringkali anak juga berkeringat, terlihat pucat, dan tidak nafsu makan.

 

“Muntah seringkali dianggap sebagai satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bahan toksik yang tertelan, sedangkan rasa mual dianggap sebagai suatu mekanisme proteksi untuk mencegah masuknya bahan tersebut lebih lanjut”, tulis Dr.Badriul Hegar PhD SpA (K) dalam website resmi idai.or.id.

 

Muat Lebih

Penyebab muntah pada anak
Muntah pada anak biasanya merupakan tanda infeksi misalnya influenza biasanya disertai gejala lainnya, seperti demam, sakit perut, atau diare. Jika muntahnya hanya sedikit dan tidak berkali-kali, orang tua tidak perlu panik berlebih karena kondisi ini akan berhenti dalam waktu 6-24 jam. Namun jika muntah terus belangsung, perlu dipikirkan adanya suatu keadaan yang serius.

 

Anak mempunyai resiko lebih besar untuk dehidrasi, terutama apabila disertai diare. Infeksi virus merupakan penyebab terbanyak di antara mikroorganisme lainnya. Adanya gastritis (maag) perlu dipikirkan bila muntah terjadi segera setelah makan, sedangkan muntah yang disebabkan oleh keracunan makanan biasanya terjadi 1-8 jam setelah mengkonsumsi makanan tertentu dan ada orang lain yang juga memperlihatkan keluhan yang sama setelah mengonsumsi makanan yang sama.
Satu hal penting yang harus diperhatikan pada anak yang mengalami muntah adalah menentukan apakah kelainan tersebut memerlukan tindakan bedah. Beberapa petunjuk ke arah tersebut, yaitu

 

  1. Sebelum muntah terdapat nyeri perut,
  2. Muntah bercampur warna hijau (empedu),
  3. Perut membuncit.

Bila ditemukan keadaan tersebut, anak segera harus dibawa ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Mengatasi muntah
  1. Muntah umumnya akan berhenti dalam waktu 6-24 jam. Penanganan awal muntah pada anak antara lain:
  2. Mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan).
  3. Istirahatkan anak (sebaiknya di tempat tidur) sampai ia merasa lebih enak.
  4. Hentikan pemberian obat yang diduga dapat menyebabkan muntah bertambah
  5. Hindarkan anak dari makanan padat pada 6 jam pertama
  6. Berikan rasa nyaman pada anak (misalnya menurunkan suhu tubuh)
  7. Berikan makanan dengan kalori cukup dan mudah dicerna dan minuman manis seperti jus buah (kecuali jeruk dan anggur karena terlalu asam), sirup, atau madu (untuk anak di atas 1 tahun) secara bertahap setiap 15-20 menit
  8. Minuman diberikan dengan jumlah 1-2 sendok makan setiap 15 menit, dinaikkan secara bertahap.
  9. Jika muntah kembali terjadi, berikan minuman dalam jumlah lebih sedikit.
  10. Setelah 6 jam tidak mengalami muntah, bayi dapat makan buah, sereal, sedangkan anak yang lebih besar dapat makan roti. krakers, kentang, atau nasi. Jumlah makanan juga diberikan secara bertahap. Diet normal biasanya dapat diberikan setelah 24 jam.
  11. Hindarkan anak dari aktivitas setelah makan.
  12. Berikan obat anti muntah bila memang benar- benar diperlukan setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

 

Kondisi anak akan mendapatkan tindakan lebih lanjut jika terjadi gejala kegawatan seperti:
  1. Muntah tetap berlansung selama 12 jam (untuk bayi) dan 24 jam (untuk anak),
  2. Disertai diare, gangguan neurologis, atau gangguan pernafasan,
  3. Lemas atau tanda dehidrasi.
  4. Sakit perut,
  5. Isi muntah berwarna kehijauan.

Pos terkait