Mitos Seputar Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

0
Terkadang yang disebut mitos buruk tidak selalu faktanya buruk jika dibuktikan secara empiris.
Masyarakat Indonesia tidak jauh dari yang namanya mitos. Anggapan-anggapan yang lahir tanpa pembuktian kebenaran. Cukup meresahkan namun sudah terlanjur menyebar dari mulut ke mulut atau dari turun-temurun. Beberapa dari mitos seputar Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang beredar selama ini cenderung menjadi penghambat. IMD dianggap sebuah hal yang berbahaya dan tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya. Amat banyak mitos tersebut dan beberapa darinya dibahas dalam artikel ini.

Bayi kedinginan
Jawaban: Berada dalam dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan sang ibu. Menakjubkan! Suhu payudara ibu meningkat 0,5 derajat dalam dua menit jika bayi diletakkan di dada ibu.

Menurut penelitian Dr. Niels Bergman dari Afrika Selatan, kulit dada ibu yang melahirkan satu derajat lebih panas dari ibu yang tidak melahirkan. Jika bayinya kedinginan, suhu kulit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan bayi. Jika bayi kepanasan, suhu kulit ibu otomatis turun satu derajat untuk mendinginkan bayinya. Kulit ibu bersifat termoregulator atau thermal synchronize bagi suhu bayi.

Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya
Jawaban: Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat bayi menyusu dini membantu menenangkan ibu.

Ibu harus dijahit jadi tidak boleh menyusui dulu
Jawaban: Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara. Yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu.

Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur
Jawaban: Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan bayi. Selain itu, vernix meresap, melunakkan, dan melindungi kulit bayi. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai menyusu awal selesai.

Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai
Jawaban: Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai pada saat itu. Namun hendaknya sunnah Rosulullaah yaitu Tahniq dilakukan segera. Tahniq adalah melumuri bagian mulut bayi bagian dalam dengan kurma yang dikunyah sangat lembut. Jika pun tidak ada kurma maka dapat diganti dengan madu. Tentunya ketika bayi lahir dalam kondisi normal, jika bayi lahir dalam kondisi kegawatan maka Tahniq diurungkan hingga bayi sehat.

Kolostrum tidak baik, bahkan berbahaya untuk bayi
Jawaban: Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain sebagai imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan mematangkan dinding usus yang masih muda. Kolostrum merupakan susu ibu pertama yang keluar pada hari pertama sampai hari keempat atau ketujuh setelah melahirkan. Kolostrum mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI. Cairan kolostrum berbentuk encer, manis, dan mudah dicerna. Awalnya kolostrum berbentuk kental dan berwarna kuning. Semakin dekat dengan persalinan, kolostrum mencair dan berwarna pucat.

Menurut Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dilansir Detik.com, saat bayi baru lahir, ususnya masih berbentuk bolong-bolong. Bolong-bolong itu hanya bisa tertutup sempurna oleh kolostrum yang terdapat di ASI.

Tinggalkan Komentar