Mekanisme Terjadinya Dekompensasi Kordis (Gagal Jantung)

Dekompensasi kordis (Decompensatio Cordis) dapat diartikan bahwa jantung sudah tidak mampu lagi memompa darah secukupnya Untuk memenuhi sirkulasi badan guna metabolisme tubuh. Tubuh membutuhkan aliran darah yang terus-menerus dan cukup untuk metabolisme sel. Akibat terjadinya dekompensasi kordis ini, asupan nutrisi dan oksigen menjadi berkurang. Dekompensasi kordis amatlah berbahaya jika tidak diberikan penanganan segera.

Dekompensasi kordis terjadi akibat otot jantung sudah tidak berfungsi secara normal. Otot jantung yang berperan dalam memompa darah adalah miokardium.

Dinding jantung terbuat dari 3 lapisan yaitu:

  1. Epikardium, lapisan terluar dari dinding jantung dan hanya nama lain untuk lapisan visceral dari perikardium.
  2. Miokardium, lapisan tengah otot dari dinding jantung yang berisi jaringan otot jantung. Miokardium bertugas untuk memompa darah.
  3. Endokardium, melapisi bagian dalam dinding otot jantung. Berfungsi untuk menjaga darah agar tidak menempel di dalam jantung dan membentuk bekuan darah yang berpotensi mematikan.

a. Disfungsi Miokard
Atrium jantung memiliki miokardium sangat tipis karena mereka tidak perlu untuk memompa darah yang sangat jauh hanya untuk ventrikel di dekatnya. Ventrikel, di sisi lain, memiliki miokardium sangat tebal untuk memompa darah ke paru-paru atau seluruh tubuh.

Ketika miokardium tersebut tidak dapat berkontraksi secara sempurna, otomatis jantung mengalami kegagalan menjalankan tugas. Akibat daya pompa berkurang, maka volume sekuncup dan Cardiac Output jantung juga menurun.

Otot miokardium mengalami kegagalan dalam memompa darah dapat diakibatkan oleh Iskemia imokard, infark miokard, miokarditis atau kardiomiopati. Penyebab lain yang juga mempengaruhi adalah meningkatnya beban volume atau tekanan, meningkatnya kebutuhan metabolism dan gangguan pengisian ulang.

2. Sistolik Overload
Selain adanya gangguan dari Miokard, Dekompensasi Kordis juga dapat disebabkan oleh beban tekanan. Saat terjadi Sistolik yang terlalu overload di luar batas tampung ventrikel, maka akan terjadi hambatan saat akan dilakukan pengosongan ventrikel untuk dipompa. Karena hal ini, curah jantung menjadi turun dan isi sekuncup juga menurun.

Kondisi yang mengakibatkan terjadinya peningkatan beban tekanan diantaranya Stenosis aorta dan hipertensi.

3. Diastolik Overload
Penyebab lain dekompensasi kordis adalah meningkatnya beban volume (Diastolik Overload). Hal ini disebabkan oleh beban pengisian ke dalam ventrikel (Pre Load) mencapai batas kapasitas ventrikel. Akibatnya volume dan tekanan akhir diastolik meningkat. Jika berlangsung terus-menerus akan mengakibatkan kapasitas ventrikel melampaui ambang batas. Akibatnya curah jantung akan menurun dan terjadilah dekompensasi kordis.

Diastolik overload terjadi karena insufisiensi aorta, insufisiensi mitral, insufisiensi trikuspidalis, tranfusi atau hipovolemia.

4. Demand Overload
Beban kebutuhan darah tiba-tiba meningkat sehingga kerja jantung menguat. Jantung bekerja terlalu keras terus menerus hingga akhirnya terjadi gagal jantung. Hal ini biasa terjadi pada kasus anemia.

5. Hambatan Pengisian Ventrikel
Penyebab utama hambatan ini adalah Perikarditis dan tamponade jantung. Bisa juga terjadi karena Disfungsi miokard.

Mekanisme kompensasi jantung

  1. Takikardia
  2. Dilatasi
  3. Hipertropi
  4. Redistribusi cairan

Dasar hukum Frank Starling
“Meningkatnya pengisian ventrikel pada akhir diastolik akan menyebabkan bertambahnya regangan otot jantung yang berakibat isi skuncup makin besar”

Bila batas regangan dilampaui maka isi sekuncup akan menurun.

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker