Lakukan Tindakan Ini Saat Anda Tersengat Lebah

Sengatan lebah bagi anak kampung bukanlah hal yang baru. Dulu sebelum dunia mainan tradisional digantikan oleh mainan serba instan, anak-anak kampung lebih senang bermain dengan menjelajah kebun. Tak sedikit diantaranya yang suka memanjat pohon. Sarang tawon sering sekali menjadi rumah tawon. Lebah pun tidak jarang membuat sarang di selah-selah pohon. Akibat masa kecil suka usil, rumah lebah pun dianggap sebagai mainan. Hasilnya sengatan lebah pun memenuhi wajah lugunya.

Cara menangani lebah terkadang kurang diperhatikan dengan baik. Ada yang bengkak pasca sengatannya dioleh balsem hingga ada yang dibiarkan begitu saja. Penanganan pada sengatan lebah ini ternyata ada metodenya. Lepaskan penyengat secepat mungkin, kata Reshma Patel, MD, seorang dokter emergency di Universitas Langone Medical Center New York.

Dr. Patel juga menjelaskan bahwa alat penyengat lebah mengandung racun. Semakin cepat penyengat itu dicabut maka semakin sedikit pula racun yang masuk ke sistem organ tubuh.

Sebuah penelitian dari Universitas Arizona juga telah melakukan peneltian tentang racun pada sengatan lebah. Menurut penelitian tersebut, 90% dari racun lebah dapat diinjeksikan dalam tubuh hanya dalam 20 detik sejak sengatan.

Sengatan lebah tidaklah sulit untuk segera dilepas. Sengatan yang tertinggal biasanya tampak bagian pangkalnya yang timbul di atas kulit. Segera cabut alat penyengat itu agar racun tidak menyebar lebih banyak.

Dr. Patel juga menganjurkan untuk memencet bagian yang disengat racun untuk mengeluarkan racun untuk mencegah penyebaran lebih luas. Racun tersebut mengandung protein yang akan merangsang pelepasan histamin. Efek yang ditimbulkan bisa berupa gatal-gatal, kemerahan atau juga iritasi. Setelah penyengat dicabut, segera cuci bersih bagian tersebut dengan sabun dan air bersih.

Jika pada bagian yang tersengat masih terasa seperti terbakar, kemerahan dan bengkak, kompres dengan air es selama kurang lebih 20 menit. Dengan meninggikan bagian tersengat dari bagian tubuh lain dapat pula mengurangi pembengkakan lebih cepat.

Dr. Patel juga menganjurkan untuk mengoleskan krim hidrokortison, seperti Cortizone-10. Salep ini akan mengurangi peradangan kulit dan gatal-gatal. Kemudian konsumsi juga obat anti-histamin, seperti Benadryl untuk mengurangi peradangan dan respon alergi tubuh Anda.

Dilansir Men’s Health, Dr. Patel mengungkapkan bahwa orang yang memiliki riwayat alergi berupa anafilaksis dapat mengalaminya kembali karena sengatan lebah ini. Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian.

Anafilaksis biasanya ditunjukkan oleh beberapa gejala termasuk di antaranya ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dan tekanan darah rendah. Reaksi ini umumnya disebabkan oleh gigitan serangga, makanan, dan obat serta sengatan lebah.

Dapat pula terjadi tanda-tanda reaksi yang parah seperti:
  • Pembengkakan tenggorokan, lidah, atau mata;
  • Kesulitan bernapas;
  • Mual,
  • Muntah,
  • Diare;
  • Pusing;
  • Kehilangan kesadaran.

Jika terjadi tanda-tanda di atas maka segera hubungi RS terdekat.

EMS (Emergency Medical Services) yang dapat diberikan pertama kali seperti cairan IV, Benadryl, atau suntikan epinephrine untuk mengontrol reaksi inflamasi.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker