Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Persalinan Normal, Sesar dan Bayi Kembar

IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sangatlah ditekankan pada setiap bayi baru lahir. Namun kondisi akan mempengaruhi cara memberikan tindakan IMD. Bahkan pada kondisi tertentu, bayi tidak dianjurkan diberikan IMD, misalkan bayi yang kondisinya sangat lemah seperti BBLR yang harus mendapatkan penanganan intensif. Faktor ibu yang juga mengalami kondisi kritis semisal pre-eklampsi atau eklamsi akan menghambat proses IMD. Namun pada kondisi ibu yang sehat dan bayi yang sehat, tentunya tekniknya pun akan bisa dijalankan secara normal. Namun antara bayi dengan kelahiran pervaginam dengan sesar ternyata beda. Bahkan pihak Rumah Sakit pun hendaknya membuat SOP tentang cara memberikan tindakan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) ini.

Berikut ini contoh SOP cara memberikan tindakan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) pada bayi yang lahir spontan (normal), sesar dan bayi gemelli (kembar).
Standar Oprasional Prosedur IMD pada persalinan pervaginam

  • Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar bersalin.
  • Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi atau bahkan tidak menggunakan obat kimiawi
  • Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya tanpa menghilangkan vernix caseosa.
  • Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  • Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi di tengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi. Aurat tetap harus dijaga.
  • Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  • Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  • Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama kira-kira satu jam, bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu dengan bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.
  • Bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Beri waktu kulit melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam lagi.
  • Setelah terjadi kontak antara kulit ibu dan kulit bayi selama 1 jam atau selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap dan diberi vit K.
  • Rawat ibu dan bayi dalam satu ruangan, jangan dipisahkan.
  • Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Standar Oprasional Prosedur IMD pada persalinan sesar
  • Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar operasi atau di kamar pemulihan.
  • Begitu lahir bayi diletakkan di meja resusitasi untuk dinilai, dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa menghilangkan vernix caseosa kecuali tangannya. Dibersihkan mulut dan hidung bayi, talipusat diikat.
  • Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke ibu. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian biar kan ibu menunjukkan kasih sayangnya.
  • Tengkurapkan bayi pada dada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti. Bayi diberi topi.
  • Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  • Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu paling tidak selama 1 jam, bila menyusu awal selesai sebelum satu jam, tetap biarkan terjadi kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya satu jam.
  • Bila bayi menunjukkan kesiapan untuk minum, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan waktu melekat pada dada ibu, 30 menit atau satu jam lagi.
  • Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu. Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pemulihan (RR) dengan bayi tetap didadanya.
  • Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, izinkan suami untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pemulihan.
  • Rawat Gabung, Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Standar Operasional Prosedur IMD pada kelahiran gemeli
  • Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar bersalin.
  • Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya tanpa menghilangkan vernix. Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  • Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  • Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  • Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada ayah. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan metode kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
  • Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  • Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi, bayi kedua ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Letakkan kembali bayi pertama di dada ibu berdampingan dengan saudaranya, ibu dan kedua bayinya diselimuti. Kedua bayi dapat diberi topi.
  • Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu jam, bila menyusu awal terjadi sebelum satu jam, tetap biarkan kulit ibu dengan bayi bersentuhan sampai setidaknya satu jam.
  • Bila dlm satu jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Beri waktu 30 menit atau satu jam lagi kulit melekat pada kulit
  • Rawat gabung bayi. Ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.
Share

This website uses cookies.