Indikasi, Dosis dan Komposisi Alpara

Anda pasti pernah mengalami yang namanya flu. Selain flu, biasanya diiringi dengan demam. Kadang hal ini bisa berlangsung beberapa hari. Terlebih jika dibiarkan saja tanpa diberikan penanganan. Gejala ini disertai juga dengan pilek, sakit kepala dan batuk.

Perlu diingat bahwasanya selama sakit tersebut tidak mengakibatkan anda harus tirah baring maka menghadiri sholat adalah sebuah keniscayaah. Pesan ini sampai disampaikan oleh Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam. Beliau berpesan bahwasanya siapa pun yang mengetahui betapa besarnya pahala shof pertama sholat berjama’ah di Masjid maka sudah pasti kaum muslimin akan pergi meskipun harus merangkak.

Salah satu obat yang dapat dijadikan andalan saat menderita gejala di atas adalah Alpara. Berikut penjelasan terkait Indikasi, Dosis dan Komposisi Alpara.
Komposisi Alpara sirup:
  • Parasetamol 125 mg
  • Dekstrometorfan HBr 3,75 mg
  • Klorfeniramin Maleat 0,5 mg
  • Fenilpropanolamin Hidroklorida 3,125 mg tiap 5 ml sirup.

Komposisi Alpara tablet:

  • Parasetamol 500 mg
  • Dekstrometorfan HBr 15 mg
  • Klorfeniramin Maleat 2 mg
  • Fenilpropanolamin Hidroklorida 12,5 mg

Dosis Alpara:

  • Sirup anak:  6-12 tahun, 3 kali sehari 2 sendok teh
  • Kaplet anak: 6-12 tahun, 1/2 tablet
  • Dewasa: 1-2 tablet.

Tetap perhatikan saat membeli obat. Tanggal kadaluarsa harus diperiksa tiap membeli obat. Ketika kurang paham terkait resep yang dokter berikan. Tanyakan pada apoteker yang bertugas di apotek.

Harga Alpara tidak begitu mahal. Jika membeli satu boks maka didalamnya sudah ada label yang menjelaskan dengan komposisi, dosis  dan indikasi Alpara. Dijelaskan pula kontra indikasi pemakaian. Pastikan pula anda memahami obat tersebut diminum setelah makan.

Seperti iklan-iklan di televisi, “Jika sakit berlanjut hubungi dokter”. Biasanya resep yang diberikan sebatas 3-5 hari. Setelah habis masa tersebut, jika masih tak kunjung reda maka anda harus periksakan kembali kepada dokter yang bersangkutan. Hal ini untuk antisipasi adanya gejala lain yang mungkin memperberat penyakit.

Selain Alpara, tentunya akan diresepkan juga obat lain. Vitamin untuk menjaga stamina atau pantangan-pantangan yang mesti dijauhi sementara agar kondisi segera bugar. Obat ini dijual bebas di Apotek. Dalam arti, meskipun tanpa membawa resep dari dokter pun obat ini bisa dibeli. Jika merasa cocok dengan Alpara, boleh pula dijadikan salah satu persediaan obat di kotak P3K di rumah.

Share

This website uses cookies.