Bayi Tertukar Saat di RS Medan, Orang Tua Protes

0
Bayi tertukar di RS Medan akibat tenaga medis teledor
Rumah Sakit Sufina Azis, Medan Helvetia, mendapat protes keras dari pasangan Abdul Rahman (29) dan Risna Yanti (26), Senin (15/6/2015). Gara-gara perawatnya lalai, bayi pasangan ini tertukar dengan bayi milik pasangan Zakaria (29) dan Ainun (31).

“Awalnya saya tidak mengetahui bayi saya tertukar dengan bayi lainnya. Karena saya juga berpikiran baik-baik saja. Namun, ketika istri Zakaria yang bernama Ainun ingin menyusui, dia melihat gelang bayi pakai nama istri saya Risna Yanti,” kata Rahman di Rumah Sakit Sufina Azis.

Setelah melihat bayi yang akan disusuinya milik orang lain, Ainun segera melapor kepada perawat rumah sakit yang sedang tugas berjaga. Perawat begitu saja menukar bayi dari gendongan Ainun ke tempat bayi itu berasal tanpa sepengetahuan Rahman yang sedang tak berada di rumah sakit.

“Memang perawat menukar ulang, tapi saya keberatan karena prosedur penukarannya kurang santun. Pihak rumah sakit tidak ada yang menemui kami selaku keluarga,” tambah Rahman yang masih memendam kesal.

Istri Rahman melahirkan, Kamis (11/6/2015) sekitar pukul 23.47 WIB. Berat si bayi mencapai 2,8 kilogram. Ciri-cirinya si bayi berkulit putih dan berambut lebat. Bahkan, pihak keluarga memiliki bukti foto bayi tersebut.

“Bayi perempuan Ibu Ainun kabarnya lahir Jumat (12/6/2015) sore dengan berat 3,7 kilogram. Jadi tertukarnya bayi ini murni kelalaian perawat yang bertugas,” sambungnya.

Pengacara Rumah Sakit Sufina Azis, Edy Sipayung mengatakan, managemen rumah sakit akan bertanggung jawab menyelesaikan kasus tertukarnya bayi perempuan tersebut. Sehingga, pihak rumah sakit akan berupaya mengembalikan bayi.

“Kita akan melakukan mediasi dengan kedua belah pihak. Kita juga akan menanyakan kepada perawat yang bersangkut. Kita belum tahu ini kesalahan dari siapa. Intinya kita akan bertanggungjawab,” ungkap Edy.

Source: Tribunnews.com
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.