Titik Sensitif Istri yang Sebaiknya Suami Sapa Saat Berhubungan

Hubungan suami istri adalah sarana untuk mempererat cinta. Hubungan badan yang sehat antara keduanya akan sangat mempengaruhi keharmonisan sehari-hari. Jangan disepelekan dengan menganggap hal ini tabu, jorok atau semisalnya. Kaidah dasar tetap digunakan dalam aktivitas apa pun termasuk hubungan badan. Ilmu itu sebelum berkata dan berbuat.

Proses menuju kenikmatan hubungan suami istri, terlebih malam pertama akan menentukan hubungan badan berikutnya. Oleh karenanya memaksimalkan diri saat malam pertama “HANYA UNTUK ISTRI” adalah sebuah ibadah, jelas sekali berpahala dan halal.

Muat Lebih

Sebagai seorang muslim, hendaknya mempelajari kaidah berhubungan suami istri dengan kaidah yang baik. Jika salah mempelajari ilmu, dari gaya orang barat misalnya, mereka berhubungan badan dengan liar. Mulai dari menjilati bagian yang menjijikkan hingga memasukkan bukan pada tempat yang seharusnya. Apakah sebagai muslim akan melakukannya dengan tidak beretika seperti itu?

Berhubungan suami istri dalam Islam, hendaknya dilakukan dengan baik dan tidak membuka celah bagi setan untuk ikut campur. Awalilah dengan berwudhu. Kondisi suci akan menghadirkan suasana yang tenang.

Lakukanlah sholat minimal 2 roka’at bersama istri. Menghadirkan diri kepada Allah dengan memohon keridhoanNya agar menjadi berkah. Bila perlu, tambahkan dengan membaca Al Quran secara bersama-sama.

Setelah secara ruhiyah keduanya siap. Pastikan kondisi ruangan terjaga. Mulai dari kamar yang jauh dari orang lain sehingga suara-suara yang akan mengiringi hubungan saat itu tidak dapat didengar oleh orang lain. Gunakan selimut saat berhubungan, sungguh Allah dan para malaikat dapat melihat sehingganya sifat malu haruslah dijaga dalam hati. Terlebih berbahaya adalah ketika setan juga dapat melihat keadaan waktu itu. Namun dengan membaca do’a sebelum melakukan hubungan suami istri maka insyaa Allah akan terjaga dari gangguan setan.

Ada pun do’a saat berhubungan suami istri adalah sebagai berikut:

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.

“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2160), Ibnu Majah (no. 1918), al-Hakim (II/185) dan ia menshahihkannya, juga al-Baihaqi (VII/148), dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 92-93))

Hadits dari Abu Waail, Ia berkata, “Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdo’alah):

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191, no. 10460, 10461))

Berdo’a sebelum jima’, yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do’a:

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 141, 3271, 3283, 5165), Muslim (no. 1434), Abu Dawud (no. 2161), at-Tirmidzi (no. 1092), ad-Darimi (II/145), Ibnu Majah (no. 1919), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 144, 145), Ahmad (I/216, 217, 220, 243, 283, 286) dan lainnya, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.)

Pastikan suami memahami titik-titik sensitif istri agar bukan suami saja yang puas. Perlu diingatkan bahwa istri lebih bisa tahan lama daripada suami. Terlebih lagi pemanasan bagi istri sangat penting agar jalan yang akan dilalui suami bisa lancar karena pelumasnya yang keluar cukup.

Mulailah dengan menyapa ubun-ubun istri. Dengan ini, istri merasa lebih nyaman karena perasaan aman yang dihadirkan dari sosok suami yang lembut.

Setelah mencium ubun-ubun, sapalah kening istri. Ketika dicium pada bagian ini, istri akan menutup mata untuk merasakan betapa ia merasa paling dimuliakan oleh sang suami.

Bibir, pastikan suami istri mengetahui caranya berciuman. Jangan malu untuk bertanya dengan rekan-rekan yang lebih tahu dengan pembahasan seputar hal ini. Mulai dari lumatan bibir hingga permainan lidah.

Samping leher hingga telinga, area di samping leher bisa menjadi salah satu lokasi yang menggoda. Wanita dengan leher panjang biasanya sangat bisa menikmati sentuhan, desahan nafas dan kecupan di area ini.

Payudara, daerah ini terdapat banyak sekali syaraf yang sangat sensitif. Terlebih pada bagian puting. Suami dapat melakukan sentuhan, remasan dan juga hisapan. Ketika pasangan membelai payudara Anda, tubuh Anda melepaskan hormon oksitosin (zat kimia yang membuat Anda merasa), kata Beverly Whipple, Ph.D., profesor emerita di Rutgers University.

Area abdomen dan lumbal, suami dapat melakukan belaian lembut dan kecupan pada area ini. Area abdomen adalah area perut sedangkan area lumbal adalah arena pinggang hingga panggul. Jika posisi istri terlentang, maka suami dapat melakukannya pada daerah abdomen sembari tangan meraba bagian pinggang istri. Begitu pun sebaliknya. Jika istri telungkup maka suami bukan hanya dapat melakukan penetrasi pada bagian lumbal saja, bahkan bisa hingga daerah thorax (tulang belakang area dada) dan cervical (tengkuk hingga leher).

Berikutnya adalah area vagina, namun jangan langsung ke area ini. Lakukanlah sepintas saja, jadikan daerah ini sebagai daerah yang disapa secara total pada akhir sesi. Berikutnya turun ke bagian paha. Paha yang mendekati wilayah vagina sangatlah sensitif.

Raba kaki istri hingga bawah. Bila perlu bercandalah sedikit dengan menggelitik kaki istri. Ciptakan suasana saling santai dan saling menikmati.

Setelah itu naik lagi ke daerah atas dan akhiri dengan bermain di wilayah vagina. Di sana ada klitoris, ini adalah pusat rangsangan bagi istri. Maksimalkan daerah itu.

Demikianlah titik-titik yang sebaiknya suami memahami hal ini. Tulisan ini sekedar pengetahuan saja. Selebihnya tergantung kreativitas dari pasangan suami istri tersebut untuk sama-sama memahami bagian mana dari pasangannya yang paling sensitif.

Pos terkait