Tegang Saat Bangun Tidur, Bahayakah?

0
Anatomi arteri pada penis
Ereksi disaat tidur atau saat bangun tidur merupakan hal yang normal. Sebagaimana kita pahami bahwa tahapan tidur itu mulai dari Non-REM hingga Deep sleep (tidur nyenyak). Siklus tidur ini bisa terjadi hingga 4-5 kali dalam satu malam. Ketika memasuki siklus REM, tubuh akan mengalami beberapa penyesuaian. Seperti misalnya neurotransmiter yang kala itu diliburkan sejenak agar kita dapat rileks dan tidak merespon akan rangsang yang diterima. Pada saat itulah kita sedang bermimpi.

Salah satu neurotransmiter yang berpengaruh dalam perkara ini adalah Norepinefrin. Fungsi utama norepinefrin adalah mengendalikan siklus istirahat, kewaspadaan dan memori pada pusat saraf pusat. Hal ini juga berfungsi sebagai hormon dan neurotransmitter menurut situs Macalester College. Norepinefrin atau sering digunakan secara medis untuk mengobati orang yang menderita hipotensi berat. Norepinefrin juga dapat mempengaruhi jantung dengan meningkatkan kontraksi otot.

Neurotransmitter ini bertanggung jawab atas vasokonstriksi pembuluh darah yang terdapat pada penis. Vasokontriksi menyebabkan aliran darah ke penis menjadi kurang untuk menyebabkan terjadinya ereksi. Ketika seseorang memasuki tidur REM, tingkat norepinefrin menurun dan aktivitas hormon testosteron tidak lagi terhambat. Hal ini menyebabkan vasodilatasi yaitu aliran darah meningkat ke pembuluh darah pada penis sehingga mengakibatkan ereksi. Ereksi yang terjadi dipagi hari ini biasa disebut dengan istilah Morning Wood atau Morning Erections.

Jika anda ternyata mendapati hal itu pada penis anda pada pagi hari, tidak perlu khawatir. Pada dasarnya, sirkulasi yang lancar pada organ tubuh justru baik untuk metabolisme sel. Organ tubuh yang teraliri darah dengan baik akan membantu perbaikan organ tersebut. Nutrisi yang dibawa dalam darah pun akan tersalurkan dengan maksimal.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.