Salah Posisi Naik Sepeda Bisa Bikin Impotensi

Disfungsi ereksi atau biasa disebut impotensi adalah hilangnya kemampuan fisik untuk dapat mencapai tegangan tinggi. Penis yang seharusnya ketika dimainkan oleh istri dapat berdiri tegak, karena impotensi akhirnya tidak dapat digunakan secara maksimal. Secara umum, penyebab impotensi diantaranya adalah kelainan pembuluh darah atau mungkin terjadi sumbatan, kelainan persyarafan, obat-obatan, kelainan pada penis dan masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual.

Salah satu penyebab yang mungkin belum terlalu dipahami oleh masyarakat umum adalah tentang sepeda. Sadel sepeda ternyata cukup berbahaya. Jika kita tidak menggunakan sadel yang tepat atau salah memposisikan diri di atas sadel maka dapat berakibat terjadinya impotensi.

Muat Lebih

Dr. Harin Padma-Nathan, Direktur The Male Clinic menyatakan bawah ia menangani sekitar 50-100 kasus impotensi karena penggunaan sadel yang tidak tepat tiap tahunnya.

“Kemungkinan pria impoten akibat sadel sangatlah kecil. Meski demikian, Anda harus tetap hati-hati bila duduk di atas setiap obyek yang tajam (seperti sadel, misalnya). Juga, saat menunggangi sesuatu yang dapat menimbulkan getaran pada perineum –area di antara tulang pinggul, tempat pembuluh darah dan saraf berada- atau yang berdampak besar pada area tersebut jika terjadi kecelakaan”, kata dr. Padma, dikutip dari Menshealth.co.id.

  1. Posisi sadel yang rata akan meringankan tekanan pada pangkal paha.
  2. Hati-hati menggunakan stang Aero. Stang yang biasa digunakan oleh pebalap sepeda. Ketika menggunakan stang ini, posisi kita akan cenderung membungkuk. Saat membungkuk, tekanan tubuh akan terpusat pada sadel depan yang ukurannya cukup lancip. Tidak dipungkiri, Scrotum akan tertekan dan bergesekan dengan sadel. Tidak sedikit yang memaksakan diri tetap duduk di sadel hingga akhirnya bagian Scrotum (zakar) dan penis mati rasa. Ini karena sirkulasi darah terhambat. Ingat bahwa Corpus (batang penis) bisa tegang karena sirkulasi darah yang menuju pada batang penis itu terpompa dengan sempurna.
  3. Gunakanlah sadel dengan permukaan lebar agar bagian tumpuan yang menempel ke sadel tidak tersiksa.
  4. Berdirilah setiap 10-15 menit sekali. Hal ini untuk mengistirahatkan pantat. Sirkulasi ke arah skrotum dan penis juga akan akan terhambat jika tidak diistirahatkan.
  5. Berdirilah saat melewati jalan yang rusak atau bergelombang.
Para atlet telah dibekali dengan trik-trik untuk menjaga bagian sensitif itu. Jadi bagi kita yang ingin mengikuti jejak pebalap sepeda, jangan asal jika tak ingin cedera akibat kesalahan sendiri.

Pos terkait