Prinsip Dasar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri

0

Gawat darurat obstetri diterjemahkan sebagai kondisi dimana pasien yakni ibu dan anak yang dikandung saat itu terancam jiwanya. Kegawatdaruratan obstetri (Obstetric emergency) dapat terjadi baik pada fase antepartum, intrapartum dan postpartum.

Kegawatdaruratan obstetri pada fase antepartum:

  1. Perdarahan
  2. Abortus
  3. KET (Kehamilan Ektopik Terganggu)
  4. Mola Hidatidosa
  5. Plasenta Previa
  6. Solusio Plasenta
  7. Eklampsi/ Preeklampsi
Kegawatdaruratan obstetri pada fase intrapartum:
  1. Prolaps Tali Pusat (Occult Prolapse), Tali pusat menumbung disebut juga prolapsus funikuli adalah jika tali pusat teraba keluar atau berada di samping dan melewati bagian terendah janin di dalam jalan lahir, tali pusat dapat prolaps ke dalam vagina atau bahkan di luar vagina setelah ketuban pecah. Tali pusat terdepan disebut juga tali pusat terkemuka yaitu jika tali pusat berada di samping bagian besar janin dapat teraba pada kanalis servikalis, atau lebih rendah dari bagian bawah janin sedang ketuban masih intak atau belum pecah.
  2. Ruptur Uteri
  3. Distosia Bahu

Kegawatdaruratan obstetri pada fase postpartum:

  1. Atonia Uteri
  2. Laserasi Jalan Lahir
  3. Retensio plasenta
  4. Eklampsi
  5. Infeksi Puerperalis

Prinsip Penanganan Kegawatdaruratan

The golden rules of obstetric emergencies

  1. Ibu diletakkan dalam posisi miring kiri dan berikan oksigen, bahkan bila ibu tidak sadar atau terintubasi
  2. Pusatkan perhatian pada resusitasi dan usaha stabilisasi ibu.
  3. Tahikardia dan hipotensi adalah gejala terberat syok
  4. Keadaan emergensi seringkali bukan dari penyebab obstetri


Penatalaksanaan Mola Hidatidosa

1. Perbaikan keadaan umum dengan Transfusi, pemberian obat Anti hipertensi pemberian Anti konvulsi
2. Evakuasi jaringan Mola: Vakum Kuret dan Histerektomi total
3. Profilaksis: Histerektomi total dan Kemoterapi
4. Follow Up
  • Tidak boleh hamil 6 bulan B-HCG normal
  • Pil Kontrasepsi Kombinasi (COC)

Penatalaksanaan Kehamilan Ektopik

1. Perbaikan keadaan umum: Airway dan Transfusi
2. Terapi Definitif :
  • Operatif: Laparoskopi dan Laparotomi (Salpingostomi, Salpingotomi, Salpingektomi)
  • Medikal: Methotrexate

Penatalaksanaan Perdarahan Anterpartum untuk kehamilan lebih dari 20 minggu:

  1. “Quickly assess”, oksigenasi, miring kiri, BJA (Bunyi Jantung Anak).
  2. Infus dengan kateter i.v terbesar, persiapkan transfusi darah
  3. Resusitasi Cairan : estimasi jumlah perdarahan + 2 liter cairan salin
  4. Pasang kateter urin, monitoring intake output ketat
  5. Rujuk ke bagian obstetri untuk penatalaksanaan lanjut
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.