Faktanya Rokok Itu Haram Bukan Makruh

Para ulama memang berbeda pendapat akan hukum rokok itu haram. Namun pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah tentang keharamannya. Dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan landasan untuk menghukumi rokok. Tentunya hal ini akan ditentang oleh para ahli hisab. Biar pun ia kyai tapi jika berpendapat tentang rokok hanya berlandaskan nafsu karena lidahnya yang pahit jika tidak menghisap rokok, maka pendapat seperti adalah bathil.

Jangan dikesampingkan pula urusan kesehatan. Dengan menghirup asap ke dalam paru-paru, itu sama halnya jika kita logikakan dengan motor yang seharusnya diisi dengan bahan bakar bensin tapi diisi dengan solar. Jika motor saja bisa mati karena hal demikian maka manusia pun tentu bisa mengalami hal serupa. Kemudian ada yang membantah dengan pendapat,”Saya saja sudah merokok 5 tahun tapi masih hidup sehat begini”. Untuk membantah makhluk demikian amatlah mudah, ajak lari keliling lapangan 10 kali dan lihat hasilnya. Atau ajak ke Rumah Sakit dan lakukan scanning. Jika kita ingat lampu minyak yang ada kacanya pada jaman dulu, tampak sekali bekas asap pada dinding kaca jika dibiarkan selama berhari-hari.

Muat Lebih

Berikut ini dalil Al Quran dan Hadits yang dapat dikaitkan dengan perihal hukum rokok:

1. Al Baqoroh: 195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

2. An Nisa’: 29
Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian.

3. Al Isro’: 27
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

4. Al A’rof: 157
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

5. Hadits shohih riwayat Ibnu Majah
Sabda Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam,”Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh menyebabkan bahaya bagi orang lain.”

6. Hadits riwayat Bukhory
Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam,”Allah membenci untuk kalian tiga hal, orang yang menyampaikan setiap hal yang didengarnya, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.”

Dalil di atas menunjukkan keharaman rokok karena rokok akan menyebabkan seseorang terjerumus dalam kebinasaan dan kematian. Begitu juga rokok selain membahayakan perokok itu sendiri maka dia akan membahayakan orang lain. Dengan demikian rokok bertentangan dengan tujuan syari’ah Islam karena akan membahayakan jiwa, akal dan harta. (Dr. Ahmad Zain, Halal dan Haram dalam Pengobatan, hal. 119-121)

Imam Asy-Syatibi mengungkapkan, “Sesungguhnya syariat itu ditetapkan bertujuan untuk tegaknya (mewujudkan) kemaslahatan manusia di dunia dan Akhirat.”(Al Syatibi: Al-Muwwafaqat, Jilid I/21)

Rokok itu haram, jika tidak haram tentunya minimal dihukumi makruh. Namun perlu diingat bahwa perbuatan makruh yang dilakukan terus-menerus akan jatuh kepada keharaman. Maka pendapat paling hati-hati adalah rokok itu haram.

Pos terkait