BPJS Difatwakan Haram, Perawat Muslim Dukung MUI

“Ya BPJS yang ada sekarang itu belum ada yang syariah, masih konvensional semua. Jadi memang harus ada BPJS yang diloloskan secara syariah,” kata Ma’ruf pada Selasa (28/7) malam seperti dilansir Kiblat.net.

Menurut Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Ma’ruf Amin sesuai fatwa yang dikeluarkan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V tahun 2015 di Tegal, Jawa Tengah.

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) adalah salah satu program pemerintah yang digalakkan sejak 2014. BPJS merupakan transformasi dari ASKES. Adapula Jamsostek yang kemudian berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Peserta BPJS Kesehatan adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran.

Bukan hanya persoalan syariah atau bukan, banyak terjadi keluhan dari masyarakat tentang kinerja BPJS. Keluhan yang paling sering disampaikan oleh masyarakat adalah prosesnya yang berbelit dan tendensius. Masyarakat yang paling merasakan imbasnya adalah masyarakat miskin. Pasalnya mereka semakin sulit untuk berobat karena prosesnya berbelit sedangkan keluarganya butuh penanganan segera. Berbeda dengan pasien kaya yang dapat dengan mudah mendapatkan kamar tanpa perlu mengurus jaminan terlebih dahulu agar mendapatkan keringanan.

Bagaimana sikap perawat muslim?
Sebagai perawat muslim, hendaknya mengedepankan syariat Islam sebagai landasan bertindak. Ketika MUI yang memutuskan sesuatu perkara berdasarkan telaah ilmiah sesuai Al Quran dan Sunnah maka hal itu adalah sah menurut hukum Islam untuk dilaksanakan. Perawat muslim yang baik, ketika hukum Islam berkata suatu perkara tidak diperbolehkan maka hendaknya ditinggalkan kecuali ada sebab lain yang membolehkannya seperti kondisi darurat.

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker