Lima Hal yang Membuat Lemas Saat Puasa

0
Kondisi berpuasa bagi umat akhir zaman adalah kondisi yang tidak wajar bagi tubuhnya. Hal ini akibat terlalu memanjakan tubuh dengan makanan-makanan enak selama 11 bulan pasca Ramadan. Pada zaman Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabat rodhiyallaahu ‘anhum dulu, para bulan Romadhon pun mereka berperang melawan kaum kuffar.

Setidaknya ada 5 hal yang membuat kita lemas saat puasa. Setelah mengetahui kelima hal ini diharapkan kemudian kita dapat menghindarinya agar tetap fresh saat puasa.

1. Terlalu banyak tidur
Banyak orang berkata bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. Ibadah dalam arti yang bagaimana dulu, jika ia seharian tidur dan ketika malam tiba ia pun menyia-nyiakannya hanya untuk menonton bola atau kegiatan lain yang tidak menambah ketaatannya kepada Allah maka itu namanya perbuatan mubadzir. Perbuatan mubadzir adalah temannya setan. Niat hati ingin ibadah tapi justru menjadi teman setan karena kurangnya ilmu. Tidur disaat siang hari tidaklah mengapa namun tidak boleh berlebihan.

Tidur berlebihan pun bagi tubuh sangatlah tidak baik. Otot akan terasa kaku, badan pegal-pegal dan tentunya jantung pun akan terbiasa dengan kondisi tenang. Ketika jantung sudah terbiasa dalam kondisi tenang, akan berakibat tidak baik tatkala jantung tiba-tiba menghadapi kondisi tegang. Pada saat tubuh dalam kondisi siaga lalu sengaja ditidurkan (tidur-tiduran), maka otot-otot tubuh akan melemas. Sehingga pada saat berusaha untuk melakukan sesuatu, tubuh tidak siap untuk melakukannya.

2. Pola tidur tidak teratur
“Dalam banyak kasus, orang mengantuk saat puasa bukan karena tidak makan tetapi karena kurang tidur saja. Sebenarnya asal cukup tidur dan polanya teratur, puasa tidak perlu jadi alasan untuk mengantuk,” ungkap pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, dalam artikel detikHealth.

3. Kurang asupan protein dan sayuran
Konsumi makanan yang mengandung gizi seimbang. Temukan itu dalam ikan, susu, telur, dan juga daging. Jangan lupa pula selalu sertakan sayuran dalam menu berbuka dan sahur anda.

4. Kurang olah raga
Jiwa yang kuat terdapat dalam raga yang sehat. Selalu latih tubuh anda agar tetap bugar. Tubuh yang prima akan mempermudah anda dalam menjalani ibadah sebulan penuh.

5. Luruskan niat
Bulan puasa bukanlah hanya sekedar memenuhi kewajiban. Jika hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai muslim maka kita hanya akan mendapatkan lapar dan haus. Lebih dari itu, mari luruskan kembali niat kiat dalam sebulan penuh ini untuk fokus beribadah kepada Allah. Ingat satu hadits yang Allah nyatakan sendiri bahwasanya pahala orang yang berpuasa itu Allah sendiri yang akan memberikannya. Jika ibarat kata kita sedang mengikuti olimiade sejagad, maka barangsiapa yang paling baik amalnya selama Ramadan maka ialah peraih medali emas olimpiade Ramadan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira ketika berbuka, dan ia bergembira ketika bertemu dengan rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Komentar