Innalillaahi, Cerita Porno Masuk Kurikulum Anak SD

0

Senyumperawat.com – Sebuah berita heboh datang dari Ngannjuk. Berita tersebut diterbitkan oleh Tribunnews.com (28/5/2015) dengan “Astaga, Ada Cerita Porno di Buku Pelajaran Muatan Lokal SD Kelas VI”. Dalam buku tersebut terdapat cerita berbahasa Jawa yang dikemas secara baik oleh penulisnya sehingga seakan cerita tersebut hanya dongeng semata. Anehnya, apakah buku tersebut tidak disortir terlebih dahulu sebelum diterbitkan. Buku yang berjudul “Wasis Basa” tersebut telah sampai di tangan anak SD. Akan dijadikan seperti apa anak-anak didik Indonesia jika bacaannya adalah bacaan porno yang dibuat oleh para pendidiknya.

Berikut kutipannya,“Ing sawijining dina Prabu Basuparicara tindak mbebedhag menyang tengahing alas. Dumadakan Sang Prabu kelingan marang garwane Dewi Girika sing sulitya ing warna. Sang Prabu ora bisa nahan hawa nepsu kasmarane, banjur ngetokne banyu syahwat lan diwadahi godhong, banjur dibuwang ing kali Yamuna.

Banyu syahwat mau dipangan dening sawenehe iwak wadon gedhe sing manggon ing kali kasebut. Ora let suwe iwak mau banjur meteng. Iwak mau sejatine malihane widodari sing lagi nglakoni paukuman saka Jawata.”

Terjemahan Bahasa Indonesianya,”Pada suatu hari, Prabu Basuparicara berburu di tengah hutan. Tiba-tiba, Sang Prabu teringat kepada istrinya Dewi Girika yang cantik jelita. Sang Prabu tidak bisa menahan hawa nafsu birahinya, hingga mengeluarkan sperma dan ditaruh dalam daun, kemudian dilempar ke Sungai Yamuna.

Air sperma tadi dimakan oleh seekor ikan besar yang berada di sungai tersebut. Tidak terlalu lama, ikan tadi hamil. Ikan tadi sebenarnya penjelmaan dari seorang bidadari yang mendapat hukuman dari Dewa”.

Dra Widiyasti Sidharti, Msi, Kadindikpora Nganjuk saat dikonfirmasi Surya semalam menyebutkan, buku pelajaran Basa Jawa itu sudah ditarik. Terkait keberadaan buku sendiri merupakan penerbitan Tahun 2008 dan di Nganjuk mulai beredar sejak 2009 dimana pengadaan buku dari dana BOS.

“Saya sudah instruksikan kepada 20 UPTD untuk menarik bukunya. Namun berapa yang sudah ditarik dari sekolah, kami masih belum mengeceknya lagi,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar