Empat Hal yang Harus Diubah Saat Romadhon

Perilaku orang yang tidak biasa puasa akan sangat berbeda dengan orang biasa puasa sunnah. Orang yang telah membiasakan diri puasa sunnah selama 11 bulan sebelum Ramadan, memiliki trik tersendiri dalam menghadapi keluhan-keluhan saat Ramadan. Keluhan yang berupa sakit perut hingga rasa lemas di siang hari.

Secara umum tentu ada kebiasaan-kebiasaan yang tidak seharusnya dilakukan saat shoum. Perilaku yang cenderung mengakibatkan masalah saat puasa ini hendaknya kita pahami dengan baik dan tidak sekedar dibaca saja. Perubahan perilaku dari bad habit to goog habit sangatlah penting.

Muat Lebih

Kurang lebih ada 4 hal yang biasa dilakukan orang yang berpuasa. Namun ternyata hal ini semestinya dihindari karena justru membuat tubuh kurang sehat.

1. Jangan terlalu banyak minum air
Ukuran kebutuhan tubuh akan cairan berkisar antara 2,5 – 3 liter/hari. Namun perlu diingat, itu adalah kebutuhan minimal tubuh untuk metabolisme. Jika aktivitas tubuh meningkat maka kebutuhan cairan juga meningkat. Perlu diwaspadai saat berbuka adalah sifat tamak (rakus). Cukup berbuka itu membatalkan puasa bukan untuk upaya balas dendam. Sudah ada teh masih mau ditambah kolak, selain kolak juga ada jus dan semua dihajar dalam satu waktu. Hal ini akan mengakibatkan distress abdominal. Perasaan nyeri dan tidak nyaman dalam perut. Minumlah ketika tubuh memang perlu dan jangan berlebihan dengan memaksakan tubuh untuk mencerna disaat tubuh sudah merasa cukup.

2. Jangan terlalu banyak makan
Jika poin pertama seputar cairan, kali ini seputar makanan. Puasa adalah sarana untuk mengistirahatkan lambung. Tatkala tidak sedang puasa, betapa lelahnya lambung karena sebentar-sebentar kita menyantap makanan. Dengan kebiasaan tersebut, penglepasan asam lambung pun terkadang tidak terkontrol. Lain hal dengan puasa, produksi asam lambung akan menjadi lebih teratur. Perlu diingat pula, jangan menyantap makanan tinggi lemak saat sahur. Bukannya tahan lama tapi justru cepat lapar. Hal ini sudah saya buktikan sendiri. Ketika saya menyediakan menu berupa sayur-sayuran hijau, perut lebih kuat menahan lapar. Namun ketika saya menyantap makanan berlemak seperti daging maka belum memasuki jam 9 pun perut sudah terasa lapar.

3. Awas, berbuka dengan yang manis tak apa tapi jangan berlebihan
Berbuka dengan yang manis itu bukan suatu hal yang dilarang namun secara sunnah, Rosulullah biasa berbuka cukup dengan kurma dan air bening. Bedanya kita dengan pemaknaan sunnah tersebut adalah pada bahan makanan yang digunakan. Jelas sekali bahwasanya gula dalam kurma berbeda dengan gula pasir. Gula yang terkandung dalam kurma adalah fruktosa yang tidak berbahaya bagi penderita diabetes. Sedangkan gula pasir mengandung glukosa. Selain dari kurma, bisa juga diganti dengan madu.

4. Tidur berlebih
Niat hati ingin menghemat energi, tapi salah jalan akan jadi salah tujuan. Tidur dalam teori yang biasa kita dengar minimal 8-10 jam. Tapi pada dasarnya itu sama saja dengan membuang-buang waktu untuk sekedar bermimpi. Perilaku seorang muslim tentunya berbeda. Mengurangi durasi tidur dan lebih maksimal menghidup-hidupkan malam. Terlebih dibulan Ramadan, sedikit tidur dan menghabiskan malam-malam dengan ibadah. Tidur selama 3-4 jam sudah cukup untuk mengistirahatkan tubuh asal tata cara tidurnya tepat maka tidur yang berkualitas akan lebih bernilai.

Pos terkait