7 Sebab Wanita Merasa Sedih

Senyumperawat.com – Penyebab wanita merasa sedih ada beraneka ragam. Ada karena terjepit pintu, terlindas ban motor, digigit kucing atau sejenisnya. Betul kan? Atau mungkin karena hal-hal lain seperti kegemukan atau kekurusan. Ah sudahlah daripada makin ngawur, silakan disimak materinya di bawah ini.

Sebab wanita merasa sedih

Pertama, perceraian. Perasaan gagal yang menguasai diri seorang akhwat dan merasa tidak diterima secara sosial. Padahal bisa dimungkinkan bagi seorang wanita bahkan meskipun mengalami perceraian untuk menganggap hal tersebut sebagai pengalaman dari sekolah dimana ia bisa lulus dari sekolah ini dengan memiliki lebih banyak pengetahuan, pengalaman, wawasan dan kepercayaan diri bahkan pengalaman ini merupakan kesempatan bagi yang bersangkuta untuk berpikir kembali. Merencakan untuk kembali memasuki dunia pernikahan dengan berbekal pengelaman yang tak kan pernah terlupakan.

Kedua, perlakuan tidak baik dari lingkungan keluarga besar, kecil atau suami.

Ketiga, tidak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Keempat, lemah iman terhadap qodho dan qodar. Karena itu Allah berfirman,
“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya” (QS At Taghobun: 11)

Al Qomah bin Qo’is rodhiyallaahu ‘anhu berkata,”Dia adalah orang yang terkena musibah lalu ia tahu musibah itu berasal dari sisi Allah, ia menerimanya dengan rela hati dan berserah diri.” (HR. Ath Thobari dalam tafsirnya [XXIII/12], Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman [hadits no. 9967])

Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,”Siapa yang meridhoi Allah sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi, maka surga wajib untuknya” (HR. Muslim, no. 1884)

Biarkan takdir-takdir berlalu pada jalurnya
Jangan pernah kau tidur kecuali dengan fikiran lega
Antara pejaman dan terbukanya mata
Allah merubah suatu kondisi kekondisi lain

Kelima, Masa remaja dan perubahan fisik serta mental yang terjadi.

Keenam, kesalahan dan dosa. Karena ini semua mengotori hati dan meresahkan jiwa. Tidak ada obat untuk segala kesalahan dan dosa seperti obat Al Quran.

Allah berfirman:
“Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu (Allah) yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, Janganlah kamu berputus asa dari rohmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dialah yang Mahapengampun Mahapenyayang”. (QS. Az Zumar: 53)

Allah berfirman dalam hadits Qudsi,”Hai hamba-hambaKu, kalian berbuat salah pada malam dan siang dan Aku mengampuni dosa-dosa secara keseluruhan maka mintalah ampun kepadaKu niscaya Aku ampuni kalian”. (HR. Muslim, no. 2577)

Atasilah rasa duka dengan obat-obat istighfar secara terus-menerus hingga persaaan sedih mereda karena saat itu segala keburukan akan diganti dengan kebaikan.

Allah berfirman:
“Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Mahapengampun, Mahapenyayang”. (QS. Al Furqon: 70)

Ketujuh, sesuai tabiat dan perasaan yang ada pada wanita juga berbagai musibah yang menimpa atau persaingan dengan istri lain misalnya terlebih situasi-situasi haid, hamil. persalinan, dan nifas yang membuat wanita lebih rentan merasa sedih. Namun pada saat yang bersamaan, wanita lebih siap untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan kebahagiaan mengingat kaum wanita lebih mampu untuk menikmati hal-hal baru.

Wanita perlu mengisi waktu luang dengan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat seperti membaca, sholat, dzikir, bergabung dengan kegiatan-kegiatan ilmiah atau pendidikan, qiyamul layl, shoum atau bisa juga dengan aktivitas mubah seperti melukis, menekuni hobi yang bermanfaat lain.

Source:
Syaikh Dr. Salman bin Fahd Al ‘Audah
Banaaty (Putriku), hal 37-39
Penerbit versi Indonesia oleh Mutiara Publishing

Share

This website uses cookies.