Syarat Undangan Pernikahan Wajib Dihadiri

Senyumperawat.com – Undangan pernikahan tidak semuanya ada kewajiban untuk hadir. Acara pernikahan merupakan sebuah bentuk suka cita dari keluarga yang menikahkan anaknya. Dalam sebuah pernikahan Islam tentu ada aturan-aturan yang sejatinya untuk kebaikan.

Salah satunya perkara perayaan hari pernikahan yang biasanya di Indonesia dikenal dengan nama walimatul ‘urs. Walimatul ‘urs ini disunnahkan untuk dilakukan dan bahkan ada ulama yang mewajibkan. Tidak perlu mewah namun dengan seekor kambing pun cukup atau semampunya.

Perkara yang cukup menjadi perhatian adalah pelaksanaan acara tersebut. Pada zaman sekarang, pernikahan seolah menjadi ajang lomba. Perlombaan untuk menunjukkan strata kekayaan. Mulai dari perayaan pernikahan di hotel, gedung pertemuan dan bahkan hingga menghadirkan band papan atas. Bukan suatu hal aneh pula akan adanya standing party yang di situ para tamu makan dengan cara berdiri.

Ketika berhadapan dengan hal demikian maka kita pula akan dibenturkan dengan dalil tentang wajibnya hadir dalam undangan sesama muslim, terutama dalam hal kebaikan. Dalam perihal undangan pernikahan pun seseorang wajib menghadirinya, namun tentu ada batasan dimana seseorang pun berhak untuk tidak hadir jika di sana kita akan disuguhi berbagai kemaksiatan.

Wajib bagi yang diundang untuk menghadiri walimatul ‘urs apabila terpenuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Walimah tersebut adalah walimah yang pertama jika walimahnya dilakukan berulangkali. Dan tidak wajib datang untuk walimah yang selanjutnya, berdasarkan sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Walimah pertama adalah hak (sesuai dengan syari’at, pent), walimah kedua adalah baik, dan walimah yang ketiga adalah riya’dan sum’ah” (HR. Abu Dawud dan yang lainnya).

Syaikh Taqiyuddin berkata: “Diharamkan makan dan menyembelih yang melebihi batas pada hari berikutnya meskipun sudah menjadi kebiasaan masyarakat atau untuk membahagiakan keluarganya, dan pelakunya harus diberi hukuman”

2. Yang mengundang adalah seorang muslim

3. Yang mengundang bukan termasuk ahli maksiat yang terang-terangan melakukan kemaksiatannya, yang mereka itu wajib dijauhi.

4. Undangannya tertuju kepadanya secara khusus, bukan undangan umum.

5. Tidak ada kemungkaran dalam walimah tersebut seperti adanya khamr (minuman keras), musik, nyanyian dan biduan, seperti yang banyak terjadi dalam acara walimah sekarang. Apabila terpenuhi syarat-syarat tersebut, maka wajib memenuhi undangan walimah, sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Sejelek-jelek makanan adalah hidangan walimah yang orang-orang miskin tidak diundang tetapi orang-orang yang kaya diundang. (Meskipun demikian) barangsiapa yang tidak memenuhi undangan walimah berarti dia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”. (HR. Muslim).

Dan disunnahkan untuk mengumumkan pernikahan dan menampakkannya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Umumkanlah acara pernikahan”. Dan dalam riwayat lain: “Tampakkanlah acara pernikahan” (HR. Ibnu Majah)

Bekal Pernikahan
Syaikh Sholih Fauzan Al Fauzan 

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker