Pengaruh Lama Penyimpanan Darah Terhadap Transfusi Darah

0
Senyumperawat.com – Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Dalam sebuah tindakan operasi, pasien sering membutuhkan transfusi sel darah merah untuk menggantikan darah yang hilang. Di Amerika Serikat, sel-sel dapat disimpan sampai 42 hari, meskipun usia rata-rata pada saat transfusi saat ini 18 hari. Sel darah merah melalui banyak perubahan selama masa penyimpanan yang dapat menurunkan kemampuan darah untuk membawa oksigen. Hingga kini masih belum jelas apakah perubahan ini mempengaruhi kesehatan pasien yang diberi transfusi atau tidak.
Menyikapi hal ini, Amerika membentuk tim peneliti yang diberi nama Recess. The Red-Cell Storage Duration Study (RECESS) melakukan riset dilebih dari 24 rumah sakit di Amerika sejak Januari 2010 hingga Januari 2014. Penelitian tentang durasi masa penyimpanan darah merah ini didanai oleh NIH’s National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI).
Dalam penelitiannya, Recess melibatkan 1000 pasien dengan tindakan operasi jantung kompleks. Dari total 1000 pasien tersebut dibagi dalam 2 kelompok. Pasien yang dilibatkan rata-rata berusia 71 tahun. Kelompok pertama adalah pasien yang mendapatkan tranfusi darah merah yang disimpan dalam jangka waktu pendek, yaitu 10 hari atau lebih cepat. Kelompok kedua diberikan transfusi darah dengan durasi waktu penyimpanan terlama berdasarkan SOP yang berlaku yaitu 21 hari atau lebih. tentunya sebelum masa kadaluarsa.
Ilustrasi tranfusi darah (https://edc2.healthtap.com)
Untuk mendeteksi adanya perubahan dalam kesehatan pasien, para peneliti menggunakan ukuran yang disebut MODS (Multiple Organ Dysfunction Score). Organ tubuh yang termasuk dalam MODS diantaranya ada 6 sistem organ yang meliputi paru-paru, ginjal, hati, jantung (jantung dan pembuluh darah), darah, dan neurologis (otak dan saraf). Hasil dari penelitian ini diterbitkan pada tanggal 9 April 2015, di New England Journal of Medicine.
Rata-rata hasil skor MODS dari mulai sebelum operasi hingga hari ke 7 sampai 28 hari post-op tidaklah ada perbedaan antara kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa masa penyimpanan darah tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada pasien dengan operasi jantung kompleks.
Dalam penelitian ini, darah yang digunakan untuk kelompok kedua rata-rata disimpan dalam durasi 35 hari. Belum dapat dipastikan tingkat keamanannya jika darah itu disimpan antara 35-42 hari. Namun penelitan lebih lanjut akan dilakukan kembali terkait pengaruh lama durasi penyimpanan darah terhadap kualitas transportasi nutrisi dan oksigen oleh darah itu ketika sudah ditransfusikan ke pasien. Penelitian berikutnya akan melibatkan pasien tranfusi darah dengan masalah kesehatan lain. (Destur/senyumperawat.com)
Source: https://www.nih.gov, dipublikasikan April 2015 diakses 9 Mei 2015

Tinggalkan Komentar