Penatalaksanaan Penyakit Tennis Elbow

Senyumperawat.com – Epikondilitis Lateralis (tennis elbow) adalah suatu kondisi kerusakan pada tendon yang berfungsi untuk menekuk pergelangan tangan ke arah belakang menjauhi telapak tangan yang menyebabkan nyeri pada lengan bawah sebelah belakang luar.
Tennis elbow merupakan hal yang sangat umum bagi pasien yang mencari pertolongan medis karena nyeri di siku. Umur rata-rata pasien tennis elbow di antara 35-65 tahun. Tennis elbow dapat menyerang laki-laki mau pun perempuan. Tennis elbow dapat diderita oleh semua orang namun potensi tertinggi dialami oleh atlet dan pekerja keras yang kesehariannya menggunakan lengan. Jenis olah raga yang memiliki resiko tinggi terkena tennis elbow seperti badminton, tenis, anggar dan sejenisnya.
Gambar penyakit Tennis Elbow (lk42.relievetenniselbow.com)
Penyebab tennis elbow belum diketahui secara klinis namun diperkirakan karena tendinitis kronis pada origo otot ekstensor kommunis. Dalam bahasa mudahnya lebih persis dengan istilah penggunaan yang berlebihan ata lesi pengikisan pada rotator manset bahu. Tendinitis supraspinatus dimungkinkan dapat mengakibatkan sobekan kecil, metaplasia fibrokartilaginous, pengapuran mikroskopik dan reaksi vaskular yang nyeri pada serabut tendon yang dekat dengan epikondolus lateral.
Gejala tennis elbow salah satunya adalah nyeri di sekitar sendi lengan bagian luar yang akan bertambah jika melakukan gerakan menggenggam dan menggerakkan ke arah dorsal. Nyeri ini juga berlangsung saat mengangkat benda yang menjalar ke bagian lengan bawah. Pada pemeriksaan fisik, siku tampak normal, fleksi dan ekstensi penuh tanpa rasa sakit. Namun ada nyeri tekan di bawah epikondilus lateral. 
Penatalaksanaan tennis elbow diantaranya adalah
  1. Terapi medikasi. Pemberian obat dengan campuran 1% lignokain dan metilprednisolon para area nyeri. Jika nyeri tidak mereda, ulangi lagi injeksi tiga pekan kemudian.
  2. Fisioterapi. Intervensi dengan massase transversal dalam. Ada pun terapi lain yang bisa dilakukan adalah dengan gelombang ultrasonik.
  3. Terapi manipulasi. Siku diekstensikan dengan paksa pada posisi lengan bawah dalam posisi pronasi dan pergelangan tangan sepenuhnya palmarfleksi.
  4. Imobilisasi siku. Imobilisasi dilakukan dengan mitela atau gips untuk beberapa pekan.
  5. Terapi bedah. Untuk kasus berat terkadang memerlukan penanganan bedah. (Destur/eSPer)

Source: 
Helmi,N. Zairin. 2013. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal, hal. 234-235. Salemba Medika
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker