Penanganan Muntah Pada Ibu Hamil, Hiperemesis Gravidarum

Senyumpeawat.com – Hiperemesis Gravidarum merupakan kondisi ibu yang berupa mual dan muntah berlebihan selama masa kehamilan. Hiperemesis Gravidarum berbeda dengan morning sickness. Intensitas muntah yang berlebihan dan berlangsung selama trimester pertama merupakan ciri khas dari Hiperemesis Gravidarum.

Bahayanya, Hiperemesis Gavidarum ini dapat pula berlangsung pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini terjadi oleh karena ketonemia, penurunan berat badan dan terjadinya dehidrasi. Penyebab secara rinci belum diketahui namun kolaborasi dari perubahan hormonal dan psikis diduga menjadi tersangkanya.

Tanda dan gejala Hiperemesis Gravidarum

Tanda dan gejala yang muncul selama merasakan kelainan ini diantaranya:

 

  1. Muntah hebat
  2. Nafsu makan buruk
  3. Penurunan berat badan
  4. Dehidrasi
  5. Ketidakseimbangan elektrolit
  6. Respon berlebihan terhadap masalah psikososial yang mendasar
  7. Muntah yang tidak dapat diatasi dengan tindakan dasar morning sickness
  8. Asidosis yang disebabkan oleh kelaparan
  9. Alkalosis akibat hilangnya asam hidroklorida yang keluar bersamaan dengan apa yang dimuntahkan
  10. Hipokalemia

Baca: Tips Posisi Tidur Ibu Hamil yang Nyaman

Kondisi yang menjadi ciri utama ibu hamil mengalami dehidrasi adalah berupa turgor kulit yang buruk. Hal ini disertai juga dengan peningkatan frekuensi nadi dan pernapasan. Tak sedikit pula yang dijumpai gejala penurunan haluaran urine dan peningkatan berat jenis urin. Selain itu, kondisi yang yang menjadi bahan acuan diagnosis Hiperemesis Gravidarum adalah terjadinya asidosis.

Mengatasi hiperemesis gravidarum

Tindakan awal yang dapat dilakukan oleh bidan untuk mengatasi Hiperemesis Gravidarum antara lain:

Baca juga: Sulit BAB Saat Hamil, Penyebab dan Solusinya

  1. Pasang IV line untuk memberikan larutan dekstrosa 5%. Kecepatan aliran 200 ml/jam untuk liter pertama. Jika pasien menderita diabetes maka konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
  2. Mempuasakan atau meminimalkan asupan cairan per oral untuk mengistirahatkan lambung.
  3. Berikan obat anti muntah seperti prometazin 25 mg melalui IV, klorpromazin 25-50 mg melalui supositoria atau dapat pula melalui IM, prokolperazin 10 mg melalui IM, metoklopramid 10 mg dan juga bisa dengan metilpresnisolon 16 mg.
  4. Setelah beberapa jam, tawarkan klien minumal per oral sedikit demi sedikit. Jika masih mual muntah maka puasakan klien.
  5. Lakukan pemeriksaan sampel urin untuk mendeteksi keton

Source: Varney, H., Kriebs, Jan M., L. Gegor, C. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Vol. 1. EGC. Jakarta.

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker