Kartun Shinchan pun Mendakwahkan Kesyirikan

Senyumperawat.com – Kembali membahas masalah dakwah media. Media merupakan sarana paling efektif untuk menyebarkan ideologi. Terlebih televisi yang terdiri dari audio dan visual. Perangkat kolaborasi audio dan visual secara marketing merupakan sarana yang paling banyak mendatangkan pelanggan daripada hanya salah satu di antara itu. Peran media dalam menyebarluaskan pemahaman kesyirikan juga amatlah mengkhawatirkan. Film kartun Shinchan pun tak luput menyebarkan kesyirikan. Dalam sebuah episode kartun Shinchan yang juga diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini, Shinchan dan kawan-kawannya mengajarkan untuk meyakini bahwa bintang jatuh (meteor) adalah pengabul do’a.

Episode yang cukup singkat tersebut menggambarkan kegigihan para pemeran film kartun Shinchan tersebut untuk melafalkan do’a agar dikabulkan oleh bintang jatuh. Produsen Shinchan ini menyebarkan keyakinan bahwa dengan melafalkan do’a sebanyak tiga kali ketika melihat bintang jatuh maka do’anya akan dikabulkan. Selain itu, dari segi akhlaq pun sebenarnya kartun ini cukup tidak layak untuk ditonton bagi anak-anak. Karakter Shinchan sendiri merupakan sosok yang amat nakal dan jorok. Bahkan dalam beberapa sesi film asli (sebelum diberikan dubbing Indonesia), karakter Shinchan ini tergolong karakter mesum.

Peran muslim sebagai seorang ayah atau ibu sangatlah penting untuk memilihkan tontonan yang baik. Film kurang bermutu yang selama ini tayang di Indonesia merupakan sarana mudah untuk merusak generasi penerus perjuangan Islam. Pendampingan terhadap tumbuh kembang anak adalah mutlak, tidak bisa diganggu gugat. Sebagaimana kisah Luqman yang Allah sebutkan dalam surat Luqman bahwasanya Luqman mengajarkan kepada anaknya agar tidak syirik kepada Allah karena kesyirikan merupakan kezaliman yang besar. Hal ini mestinya dipahami oleh seorang muslim agar tidak terjerumus dalam lembah kedurhakaan. (Destur/eSPer)

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker