Donor Darah Nonmuslim, Boleh Tapi Pikir Dulu

Senyumperawat.com – Donor darah adalah kebutuhan yang urgen. Permasalahan yang cukup pelik ketika persediaan darah di PMI ternyata habis, maka solusinya adalah mencari pendonor. Terkadang sebagai seorang muslim, akan dihadapkan pada pilihan yang bagi sebagaian orang cukup membingungkan. Ada sebagian muslim yang tidak peduli dari mana darah itu berasal, namun ada pula yang berpikir lebih teliti sebelum memutuskan darah tersebut akan diambil atau tidak.
Donor Darah Nonmuslim, Boleh Tapi Pikir Dulu
Perkara yang harus dipahami oleh kaum muslimin bahwasanya perkara donor darah ini sudah menjadi bagian dari pembahasan para ulama. Beberapa kitab yang membahas perkara ini adalah Al Ijtihad al Fiqhi lit Tabattu’i bid Damm wa Naqlihi dan Al Masa-il ath Thibbiyyah al Mustajaddah. Dalam pembahasan terkait donor darah dalam kedua kitab tersebut, sebagaimana yang telah diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi, dinyatakan bahwa donor darah untuk orang kafir mau pun mendapatkan donor darah seorang kafir adalah boleh.
Ada pun landasan dalil yang membolehkannya adalah
1. Firman Allah dalam suroh Al Mumtahanah (60): 8-9
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (8)
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (9)
Dari ayat tersebut, Allah tidak melarang untuk berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin, maka donor darah pun termasuk dalam berbuat baik.
2. Kalau memberikan hadiah kepada orang kafir dan menerima hadiah mereka diperbolehkan, maka demikian juga dengan donor darah.
3. Jika seorang muslim menikah dengan wanita ahli kitab dan lahirnya anak dari pernikahan ini hukumnya diperbolehkan maka sekedar donor darah tentunya lebih dibolehkan karena hal itu tidak membentuk jasad.
Ketika seorang muslim telah mengetahui bahwa donor darah dari orang kafir adalah boleh, maka kaidah berikutnya adalah menimbang perlu atau tidaknya hal itu dilakukan. Hal ini sangat berkaitan dengan substansi darah yang didonorkan. Sebagai seorang muslim, apa pun yang masuk ke perut sangatlah dijaga karena setiap yang dimakan akan menjadi daging dan tentunya peran darah adalah mengedarkan sari makanan itu.
Seorang kafir amatlah berbeda dengan seorang muslim dalam hal makan. Dalam kaidah orang kristen misalnya, hampir semua makanan tidaklah dilarang dalam arajannya yang telah semena-mena pula merubah miras dan babi yang dalam Injil yang asli dilarang kemudian diubah menjadi halal pada Bible. Dalam ajaran Hindu pun justru hewan yang baik semisal Sapi dilarang untuk dimakan namun justru hewan yang dalam Islam diharamkan semisal anjing dan babi justru mereka halalkan.
Menyikapi hal ini, maka sebagai muslim haruslah berpikir panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil darah dari pendonor nonmuslim. Kaum muslimin pun perlu dipilah-pilah lagi apakah seorang muslim tersebut baik agamanya ataukah belum. Seorang muslim yang baik, tentunya setiap aktivitasnya amat dekat dengan Allah. Mulai dari ibadah wajib hingga sunnah akan sangat berpengaruh terhadap komponen dalam tubuh. Darah yang senantiasa setiap hari diperdengarkan oleh ayat-ayat Al Quran dan dzikir kepada Allah akan berbeda dengan darah yang setiap harinya diperdengarkan musik-musik rock. Darah yang setiap harinya dijaga dengan makanan halal dan selalu diawali bismillah sebelum makan akan sangat berbeda dengan darah yang diberikan makan yang tidak peduli halal atau haram dan bahkan sering lupa membaca do’a makan, terlebih makan dengan tangan kiri. Darah yang selalu menghirup hembusan oksigen yang terhangatkan oleh lafal dzikir tentu sangat berbeda dengan darah yang menghirup oksigen yang dihangatkan oleh asap rokok.
Seorang muslim yang baik tentunya akan menjaga setiap apa yang akan masuk dalam tubuhnya. Apa pun yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Darah akan menjadi bagian dari tubuh dan mengalir ke seluruh bagian tubuh, oleh karenanya memilah dengan teliti adalah solusi yang baik sebelu mengambil keputusan untuk mengambil darah dari nonmuslim. (Destur/eSPer)

Pos terkait