Contoh Askep Aritmia Jantung

0
Contoh Askep Aritmia Jantung

Senyumperawat.com – Aritmia jantung merupakan problem berbahaya. Masalah yang terjadi pada irama jantung. Disebut aritmia ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Aritmia terjadi karena impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik.

Jenis-jenis aritmia jantung

  1. Bradikardia. Kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat atau tidak teratur.
  2. Blok jantung. Kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dan bisa menyebabkan seseorang pingsan.
  3. Takikardia supraventrikular. Kondisi ketika jantung berdenyut cepat secara tidak normal.
  4. Fibrilasi atrium. Kondisi ketika jantung berdetak sangat cepat, bahkan pada saat sedang beristirahat.
  5. Fibrilasi ventrikel. Jenis aritmia yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak akibat detak jantung yang terlalu cepat dan tidak teratur.

Gejala aritmia jantung

  1. Rasa berdebar di dada
  2. Detak jantung lebih cepat daripada normal (takikardia)
  3. Detak jantung lebih lambat daripada normal (bradikardia)
  4. Kelelahan
  5. Pusing
  6. Sesak napas
  7. Nyeri dada
  8. Pingsan

Penyebab aritmia jantung

  1. Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah. Kadar elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium mampu mengganggu konduksi impuls listrik di jantung, sehingga meningkatkan risiko terjadinya aritmia.
  2. Penggunaan narkoba. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti amfetamin dan kokain dapat memengaruhi kinerja jantung secara langsung sehingga meningkatkan risiko untuk terjadinya fibrilasi ventrikel dan jenis-jenis aritmia yang lain.
  3. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan mampu memengaruhi impuls listrik jantung sehingga meningatkan risiko terjadinya fibrilasi atrium.
  4. Terlalu banyak mengonsumsi kafein maupun nikotin (merokok). Kafein dan nikotin menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari normal, dan dapat berkontribusi terjadap terjadinya aritmia.
  5. Gangguan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif mampu meningkatkan risiko terjadinya aritmia.
  6. Sleep apnea obstruktif. Kelainan ini, di mana pernapasan menjadi terganggu pada saat tidur, dapat meningkatkan risiko bradikardia, fibrilasi atrium, serta jenis aritmia yang lainnya.
  7. Diabetes. Selain meningatkan risiko aritmia, diabetes yang tidak terkontrol juga mampu meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.
  8. Efek samping obat-obatan. Beberapa obat batuk dan pilek yang dijual bebas di apotek dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami aritmia.
  9. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi akan menyebabkan dinding bilik kiri jantung menebal dan menjadi kaku, sehingga aliran listrik jantung akan terganggu.
  10. Penyakit jantung koroner, gangguan lain pada jantung, atau riwayat operasi jantung. Penyempitan pembuluh darah arteri jantung, serangan jantung, kelainan pada katup jantung, gagal jantung, dan kerusakan jantung lainnya merupakan faktor risiko dari hampir segala jenis aritmia.

Contoh Askep Aritmia Jantung

Pengkajian primer:

1. Airway

  • Apakah ada peningkatan sekret ?
  • Adakah suara nafas : krekels

2. Breathing

  • Adakah distress pernafasan ?
  • Adakah hipoksemia berat ?
  • Adakah retraksi otot interkosta, dispnea, sesak nafas ?
  • Apakah ada bunyi whezing ?

3. Circulation

  • Bagaimanakan perubahan tingkat kesadaran ?
  • Apakah ada takikardi ?
  • Apakah ada takipnoe ?
  • Apakah haluaran urin menurun ?
  • Apakah terjadi penurunan TD ?
  • Bagaimana kapilery refill ?
  • Apakah ada sianosis ?

Pengkajian sekunder

1. Riwayat penyakit

  • Faktor resiko keluarga contoh penyakit jantung, stroke, hipertensi
  • Riwayat IM sebelumnya (disritmia), kardiomiopati, GJK, penyakit katup jantung, hipertensi
  • Penggunaan obat digitalis, quinidin dan obat anti aritmia lainnya kemungkinan untuk terjadinya intoksikasi
  • Kondisi psikososial

2. Pengkajian fisik

  • Aktivitas : kelelahan umum
  • Sirkulasi : perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ); nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi; bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit warna dan kelembaban berubah misal pucat, sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin menruun bila curah jantung menurun berat.
  • Integritas ego : perasaan gugup, perasaan terancam, cemas, takut, menolak,marah, gelisah, menangis.
  • Makanan/cairan : hilang nafsu makan, anoreksia, tidak toleran terhadap makanan, mual muntah, peryubahan berat badan, perubahan kelembaban kulit
  • Neurosensori : pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
  • Nyeri/ketidaknyamanan : nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
  • Pernafasan : penyakit paru kronis, nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal; hemoptisis.
  • Keamanan : demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan

Diagnosa keperawatan dan Intervensi

1. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan konduksi elektrikal, penurunan kontraktilitas miokardia.

Kriteria hasil :

  • Mempertahankan/meningkatkan curah jantung adekuat yang dibuktikan oleh TD/nadi dalam rentang normal, haluaran urin adekuat, nadi teraba sama, status mental biasa
  • Menunjukkan penurunan frekuensi/tak adanya disritmia
  • Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan kerja miokardia.

Intervensi :

  • Raba nadi (radial, femoral, dorsalis pedis) catat frekuensi, keteraturan, amplitudo dan simetris.
  • Auskultasi bunyi jantung, catat frekuensi, irama. Catat adanya denyut jantung ekstra, penurunan nadi.
  • Pantau tanda vital dan kaji keadekuatan curah jantung/perfusi jaringan.
  • Tentukan tipe disritmia dan catat irama : takikardi; bradikardi; disritmia atrial; disritmia ventrikel; blok jantung
  • Berikan lingkungan tenang. Kaji alasan untuk membatasi aktivitas selama fase akut.
  • Demonstrasikan/dorong penggunaan perilaku pengaturan stres misal relaksasi nafas dalam, bimbingan imajinasi
  • Selidiki laporan nyeri, catat lokasi, lamanya, intensitas dan faktor penghilang/pemberat. Catat petunjuk nyeri non-verbal contoh wajah mengkerut, menangis, perubahan TD
  • Siapkan/lakukan resusitasi jantung paru sesuai indikasi
  • Kolaborasi: pantau pemeriksaan laboratorium, contoh elektrolit, berikan oksigen tambahan sesuai indikasi, erikan obat sesuai indikasi: kalium, antidisritmi, siapkan untuk bantu kardioversi elektif.
  • Bantu pemasangan/mempertahankan fungsi pacu jantung
  • Masukkan/pertahankan masukan IV
  • Siapkan untuk prosedur diagnostik invasif
  • Siapkan untuk pemasangan otomatik kardioverter atau defibrilator

2. Kurang pengetahuan tentang penyebab atau kondisi pengobatan berhubungan dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi.

Kriteria hasil :

  • menyatakan pemahaman tentang kondisi, program pengobatan
  • Menyatakan tindakan yang diperlukan dan kemungkinan efek samping obat

Intervensi :

  • Kaji ulang fungsi jantung normal/konduksi elektrikal
  • Jelakan/tekankan masalah aritmia khusus dan tindakan terapeutik pada pasien/keluarga
  • Identifikasi efek merugikan/komplikasiaritmia khusus contoh kelemahan, perubahan mental, vertigo.
  • Anjurkan/catat pendidikan tentang obat. Termasuk mengapa obat diperlukan; bagaimana dan kapan minum obat; apa yang dilakukan bila dosis terlupakan
  • Dorong pengembangan latihan rutin, menghindari latihan berlebihan
  • Kaji ulang kebutuhan diet contoh kalium dan kafein
  • Memberikan informasi dalam bentuk tulisan bagi pasien untuk dibawa pulang
  • Anjurkan psien melakukan pengukuran nadi dengan tepat
  • Kaji ulang kewaspadaan keamanan, teknik mengevaluasi pacu jantung dan gejala yang memerlukan intervensi medis
  • Kaji ulang prosedur untuk menghilangkan PAT contoh pijatan karotis/sinus, manuver Valsava bila perlu
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.