Arti Fitnah, Fitnah Syahwat dan Fitnah Syubhat

0
Arti Fitnah, Fitnah Syahwat dan Fitnah Syubhat

Senyumperawat.com – Arti fitnah kadang ditempatkan pada posisi yang kurang tepat. Misalkan dalam penggunaan arti fitnah dalam kehidupan sehari-hari. Satu sisi, diartikan sebagai tuduhan yang secara fakta tidak demikian. Cenderung untuk menjatuhkan orang lain. Nah, bagaimana dengan arti fitnah jika dipandang dari sudut agama Islam. Tampaknya perlu ada pencerahan akan hal itu.

Arti Fitnah

Perjalanan fitnah ini akan selalu beriringan dengan pertanda shughro. Yang menarik di sini adalah hubungan antara berbagai fenomena dengan kemunculan fitnah itu sendiri yang menunjukkan sebuah kondisi dimana fitnah-fitnah memang telah tersebar hingga ke mana-mana. Hal ini meliputi berbagai fitnah atau skandal, apakah itu yang berkaitan dengan wanita, birahi, harta atau pun kekuasaan dengan berbagai pola dan bentuknya yang mengakibatkan maraknya kejahatan dan lebih khusus lagi jika kejahatan tersebut terkait dengan pembunuhan.

Kondisi zaman tersebut dipenuhi fitnah ini sehingga fitnah menjadi ciri khas zaman. Fitnah dengan makna ini bisa rasakan pada zaman sekarang. (DR. Muhammad Ahmad Al Mubayyadh, Ensiklopedi Akhir Zaman, Bab Munculnya Berbagai Fitnah,Hal. 236)

Dalam perkara fitnah, definisinya cukup beragam namun secara umum dapat diterjemahkan dalam arti pembakaran, ujian dan cobaan.

Allah berfirman dalam suroh Al ‘Ankabut ayat 2-3:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Artinya:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Dalam pembahasan lebih lanjut, fitnah ini diartikan banyak sekali. Perkara yang tentunya sangat meresahkan dan mengakibatkan kerusakan besar di muka bumi ini. Namun secara mendasar, esensi dari fitnah tersebut mengarah kepada sebuah perbuatan dosa, kesesatan, penyimpangan, kekafiran dan juga pembunuhan.

Ibnul A’robi menjelaskan,”Fitnah adalah cobaan, fitnah adalah ujian, fitnah adalah harta, fitnah adalah anak-anak, fitnah adalah kekafiran, fitnah itu perbedaan pendapat manusia”. (Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arob (13/317 dan seterusnya)

Sa’id Hawa berkata,”Fitnah digunakan secara mutlak pada tersebarluasnya pemikiran-pemikiran yang aneh lalu digunakan secara mutlak juga pada cengkeraman yang dilakukan oleh orang-orang kafir atau orang-orang zholim terhadap orang-orang beriman. Fitnah juga digunakan secara mutlak pada chaos atau kekacauan tanpa terang duduk permasalahannya dalam dinamikan politik, fanatisme golongan serta penyerangan dan penyerbuan yang disebabkan oleh fanatisme.

Istilah fitnah juga diartikan secara mutlak pada apa saja yang memfitnah manusia dalam agamanya baik berupa harta, pangkat atau kehormatan diri, perasaan batin atau pun orientasi batil. Termasuk pula dalam cakupan terminologi fitnah adalah provokasi antar manusia dan upaya untuk memecah-belah antara orang-orang yang saling mencintai”. (DR. Muhammad Ahmad Al Mubayyadh, Ensiklopedi Akhir Zaman, Bab Al Fitan Hal. 450, Granada Mediatama)

Fitnah ini jika pun dibagi dalam kelompok besar, maka sebagaimana disampaikan oleh para da’i di atas mimbar-mimbar masjid dan juga pengajian-pengajian keislaman yaitu fitnah syahwat dan syubhat.

Tinggalkan Komentar