6 Jenis Infeksi Nosokomial

6 Jenis Infeksi Nosokomial

Senyumperawat.com – Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapatkan oleh pasien selama dirawat di Rumah Sakit. Pergi ke Rumah Sakit tentunya ingin mendapatkan kesehatan namun tidak menutup kemungkinan ada hal lain yang menyertainya yakni penyakit. Tidak menutup kemungkinan bahwa Rumah Sakit merupakan tempat berpindahnya penyakit dari individu kepada individu lain.

Penyakit yang timbul akibat nosokomial bisa berasal dari pasien lain atau dari petugas kesehatan baik dokter, perawat, bidan atau yang lainnnya. Sejak tahun 80-an, setidaknya ada 6 jenis infeksi nosokomial.

Muat Lebih

Infeksi semacam Hepatitis, HIV/AIDS atau demam berdarah tentunya perlu diwaspadai. Infeksi ini disebut infeksi nosokomial jika timbul setelah kurang lebih pasien dirawat selama 72 jam. Penyebabnya pun cukup beragam sesuai dengan jenis infeksi nosokomial yang didapat.

Ada pun keenam jenis infeksi nosokomial tersebut diantaranya:

1. Infeksi luka operasi

Infeksi ini terjadi dalam 30 hari setelah operasi. Faktor-faktor yang dapat menjadi pencetus terjadinya infeksi ini dapat berupa kontaminasi, faktor penjamu, lokasi luka, lama perawatan sebelum operasi dan lama operasi.

2. Pneumonia

Infeksi ini merupakan infeksi yang terjadi pada bagian organ saluran nafas bagian bawah. Hal-hal yang dapat mmenjadi faktor pencetus infeksi ini seperti pemasangan intubasi atau alat bantu nafas lain, tindakan operasi, usia, obesitas, obstruksi paru, atau bisa juga karena gangguan fungsi imunologi.

3. Infeksi saluran kemih

ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih baik ureter mau pun uretra. Hal ini bisa disebabkan oleh pemasangan kateter yang meliputi teknik pemasangan hingga lama pemasangan serta kualitas kateter yang digunakan, umur pasien, debilitas dan post partus.

4. Infeksi aliran darah primer

Infeksi aliran darah yang timbul tanpa ada organ atau jaringan lain yang dicurigai sebagai sumber infeksi. Faktor resiko yang menyebabkannya bisa karena pemasangan kateter dan kerentanan pasien terhadap infeksi.

5. Infeksi sistem saluran cerna

Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, yang melibatkan lambung, usus, atau keduanya, biasanya menyebabkan diare, kram perut, mual dan mungkin muntah.. Faktor resikonya berupa bayi dan anak, geriatri, pasien anak dengan PASI, gangguan fungsi imunologi dan debilitis.

6. Infeksi tulang dan sendi

Osteomielitis, infeksi sendi atau bursa dan infeksi discus intervertebralis. Faktor resikonya berupa tingkat kontaminasi, faktor penjamu dan faktor lokasi.

 Source: Sabarguna, Dr. dr. H. Boy S. 2007. Pengendalian Infeksi Nosokomial, Hal. 46-52. Yogyakarta: Konsorsium Rumah Sakit Islam Jateng-DIY

Pos terkait