The Cologne Central Mosque, Masjid Di Jerman yang Penuh Perjuangan

Senyumperawat.com – Masjid Cologne Central merupakan salah satu masjid yang begitu indah di Jerman. Masjid ini dibangun mulai tahun 2011 dan ditahun 2015 ini sudah dapat difungsikan. Masjid ini dirancang dengan arsitektur bergaya Utsmani. Dinding masjid ini dikolaborasikan dengan kaca dan terdapat dua kubah di atap masjid. Dikedua sisi luar masjid Cologne Central ini terdapat pula 2 menara setingi 55 meter. Masjid ini Cologne Central juga akan mendapat predikat sebagai salah satu masjid terbesar di Eropa.
Secara ukuran luas, masjid ini berdiri di atas lahan seluas 4500 meter persegi. Pembangunan Cologne Central menghabiskan dana sekitar 15-20 juta Euro. Kapasitas ruang utamanya bisa diisi oleh 2000 – 4000 jama’ah. Masjid ini dibangun oleh Diyanet İşleri Türk Islam Birliği (DITIB), dapat dikatakan sebagai kementerian agama Turki.
Masjid Cologne Central tahun 2011

Masjid Cologne yang sangat indah ini terdapat beberapa ruang publik di kawasan masjid. Beberapa ruang publik tersebut seperti bazaar dengan pintu masuk di lantai dasar, ruang kuliah di ruang bawah tanah. Di area atas terdapat ruang utama masjid untuk sholat dan mencakup perpustakaan Muslim. 
Masjid Cologne Central tahun 2012
Terkait dinding yang terbuat dari kaca, juru bicara DITIB pun berkomentar,”Hal ini untuk memberikan perasaan keterbukaan”, kata Alboga.
Masjid ini menuai kontroversi dari kelompok anti Islam. Pasalnya ada generasi neo Nazi yang tentunya sangat menentang pembangunan masjid di kawasan sekuler tersebut. 
Maskus Wiener, seorang aktivis Pro Cologne menyatakan dengan terang akan ketakutannya akan kehadiran masjid ini. Menurutnya masjid ini akan meningkatkan jumlah populasi umat Islam di Jerman.
Pada 16 Juni 2007 lalu, sedikitnya 200 orang yang tergabung dalam Pro Cologne melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan masjid di pusat Cologne ini. Mereka mengklaim bahwa Cologne adalah kota kristen.
Masjid Cologne Central tahun 2015
Menghadapi berbagai kontroversi dan penolakan, sebuah koran lokal pun mengadakan jajak pendapat. Jajak pendapat tersebut diikuti oleh kurang lebih 500 warga. Di antara 500 tersebut, sebanyak 63% menyatakan mendukung namun 27% menyatakan untuk memperkecil ukuran masjid.
Perjuangan yang tidak sia-sia, akhirnya pada 28 Agustus 2008, Dewan Kota Cologne menyatakan persetujuannya atas pembangunan masjid ini. Di lain sisi, masih ada kelompok yang melakukan penolakan.
Tidak cukup sampai di situ, pada tanggal 20 September 2008, terjadi demonstrasi dari kelompok Pro Cologne. Demonstrasi tersebut hingga terjadi bentrokan. Atas kesigapan polisi wilayah setempat, massa Pro Cologne tersebut dapat dibubarkan. Termasuk di antara mereka yang menolak pembangunan masjid tersebut adalah Demokrat Kristen (CDU). (Destur/eSPer)

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *