Siswi Muslimah Dilarang Masuk Karena Rok

0
Sebuah sekolah di Prancis melarang siswinya untuk masuk kelas karena statusnya sebagai muslimah. Bagi seorang muslimah, pakaian berupa jilbab adalah sebuah identitas yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat atas kewajibannya. Larangan tersebut terkait rok yang digunakan oleh siswinya. Setelah cadar dilarang, demikian juga dengan rok. Negara anti Islam ini memang selalu mendeskreditkan Islam dinegaranya. Kepala sekolah bersikeras pakaian seperti itu terlalu religius dan bertentangan dengan sekulerisme yang dianut Prancis sehingga ada kasus siswi muslimah dilarang masuk karena rok.

“Tidak ada yang istimewa dengan rok itu, itu sangat sederhana, tidak ada yang mencolok. Tidak ada simbol agama apapun, ” ujar siswi yang dikeluarkan dari kelas bernama Sarah mengatakan kepada media L’Ardennais, Agence France Presse (AFP) melaporkan pada Selasa 28 April, demikian lansir onislam.net yang diterjemahkan oleh tim redaksi Muslimdaily.net (30/4).

Sarah adalah siswi muslimah dilarang masuk karena rok di negeri Eiffle ini. Sarah telah dilarang masuk kelas dua kali bulan ini oleh kepala sekolah yang menyatakan bahwa rok panjang adalah pakaian “mencolok” dan menunjukkan afiliasi keagamaan.

“Gadis itu tidak dikecualikan, ia diminta untuk datang kembali dengan pakaian netral dan tampaknya ayahnya tidak ingin siswi itu untuk kembali ke sekolah (dengan mengganti roknya, red),” kata pejabat pendidikan setempat Patrice Dutot.

Menurut Dutot, Sarah biasa melepas jilbab sebelum memasuki lingkungan sekolah yang terletak di kota Charleville-Mezieres, yang berada di Prancis bagian utara.

Keputusan sekolah telah memicu kemarahan di kalangan masyarakat Prancis khususnya muslim. Pengguna media sosial twitter kemudian memprotes dengan hashtag #JePorteMaJupeCommeJeVeux, atau bila diterjemahkan berarti “Saya memakai rok karena saya suka” telah menjadi tren sejak diluncurkan.

Kasus Sarah bukan yang pertama di Prancis. Tahun lalu, sekitar 130 mahasiswa dilarang masuk kelas karena pakaian mereka yang didasarkan pada ajaran agama, demikian menurut lembaga CCIF Islamophobia.

“Mengenakan rok panjang bukanlah hal yang berlebihan. Ini lebih karena histeria massa,” kata Abdallah Zekri, Presiden Observatori Nasional Melawan Islamophobia. Prancis juga melarang pemakaian cadar di depan umum pada tahun 2011.


Sumber: Muslimdaily.net

Tinggalkan Komentar