Penyebab Utama Darah Tinggi (Hipertensi)

Senyumperawat.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada sistem pembuluh darah yang ditandai dengan tekanan darah melebihi normal atau mengalami peningkatan tekanan darah didalam arteri.Atau pun, menurut Price and Wilson, (1994) bahwa hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang abnormal.Sedangkan menurut WHO, hipertensi adalah suatu tekanan darah sistole sama dengan diastole atau sistole 160 mmHg dan diastole 90 mmHg.

Apa penyebab darah tinggi?

Penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui penyebab dengan jelas, kira – kira 10 % dari kasus hipertensi disebabkan oleh:

  1. Penyakit pembuluh darah
  2. Kelainan hormon
  3. Penyakit ginjal / fungsi ginjal mengalami penurunan. Ginjal menghasilkan hormon pengatur tekanan darah yaitu ADH / Anti Diuretik Hormon. Hormon ini akan muncul jika tekanan darah rendah. Karena saat itu ADH akan menghalangi keluarnya garam dan terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan volume darah kemudian terjadilah darah tinggi.
  4. Efek samping obat. Obat – obat yang dikonsumsi seperti pil KB, kokain, penyalahgunaan alkohol.

Faktor resiko darah tinggi

  1. Usia. Usia 45 tahun dinding arteri akan mengalami penebalan oleh karena adanya penumpukkan zat kalogen pada lapisan otot, sehingga pembuluh arah akan berangsur – angsur menyempit dan menjadi kaku. Peningkatan umur akan menyebabkan beberapa perubahan fisiologis, pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik.
  2. Jenis kelamin. Pada dewasa muda dan paruh baya, hipertensi banyak terdapat pada kaum pria. Namun pada usia diatas 55 tahun hipertensi banyak menyerang wanita (Junaidi, 2010). Hal ini disebabkan karena perubahan hormonal sesudah menepause.
  3. Keturunan atau genetika. Dari hasil penelitian hipertensi yang lebih banyak dijumpai pada kembar identitk daripada kembar non identik semakin menguatkan bahwa faktor genetik merupakan penyebab hipertensi .
  4. Kegemukkan atau obesitas. Penderita hipertensi sebagian besar memiliki berat badan berlebih.Curah jantung dan sirkulasi volume darah penderita hiperntensi yang obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan yang berat badannya normal.Semakin besar ukuran tubuh, makin banyak pula darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan – jaringan tubuh. Sehingga dengan demikian volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat dan menyebabkan tekanan arteri meningkat.
  5. Stress. Jika tubuh mengalami stress, tubuh akan melepas hormon adrenalin dan efinefrin. Aktivitas hormon ini dapat meningkatkan tekanan darah secara berkala.Jika stres berkepanjangan, peningkatan tekanan darah menjadi permanen.
  6. Kurang olahraga. Orang yang tidak pernah olahraga mengalami kekakuan otot dan darah menjadi kurang lancar.
  7. Merokok. Kandungan nikotin dalam rokok dapat meningkatkan hormon efinefrin yang bisa menyempitkan pembuluh darah dikarenakan terdapat penumpukkan plak pada dinding pembuluh darah.Selain itu karbonmonoksida menyebabkan kerja jantung menjadi lebih keras untuk mengantikan pasokan oksigen ke jaringan tubuh sehingga berkaibat pada peningkatan tekanan darah.
  8. Asupan garam yang tinggi. Asupan garam yang berlebih akan memperbesar volume darah karena garam bersifat memabwa air didalamnya. Oleh karena itu semakin besar volume darahnya maka semakin tingggi tekanan darahnya. Sehingga volume darah yang besar akan mendesak dinding pembuluh darah
  9. Mengkonsumsi alkohol dan kopi yang berlebih.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker