Pengertian dan Fungsi SP2TP

0
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.
Seiring dengan kebutuhan data dan informasi di tingkat Puskesmas, Departemen Kesehatan RI telah melakukan kebijakan melalui Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dimana sumber utamanya adalah SP2TP (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas). Namun dalam pelaksanaannya menurut kajian Depkes RI, data SP2TP yang dimaksud belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh karena berbagai hal yang berkaitan dengan rancangan sistem tersebut.
Secara umum, penerapan SP2TP ini adalah agar tersedia data atau informasi yang akurat, tepat waktu dan mutakhir secara periodik dan teratur untuk pengolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diberbagai tingkat adminitrasi.
Secara lebih spesifik, tujuan SP2TP ini antara lain:

  1. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas yang akurat, tepat waktu dan mutakhir secara teratur.
  2. Terlaksananya pelaporan data secara teratur di berbagai jenjang adminitrasi, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Digunakannya data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyrakat melalui puskesmas diberbagai tingkat adminitrasi.

Ruang Lingkup
1. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas pembantu dan puskesmas keliling.
2. Pencatatan dan pelaporan mencakup:

  • Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
  • Data ketenagan di puskesmas
  • Dta sarana yang dimiliki puskesmas
  • Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik di dlam gedung maupun di luar gedung

3. Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan, tribulana, semester dan tahunan).
Pencatatan
1. Family folder
2. Buku register

  • Rawat jalan dan rawat inap
  • Penimbangan
  • Kohort ibu
  • Kohort anak
  • Persalinan
  • Laboratorium
  • Pengamatan penyakit menular
  • Imunisasi
  • PKM

3. Kartu indeks penyakit(kelompok penyakit)
4. Kartu perusahan
5. Kartu murid
6. Sensus harian (penyakit dan kegiatan puskesmas) untuk mempermudah pembuatan laporan.
Pelaporan

  1. Bulanan, meliputi data kesakitan, data kematian, data operacional (Gizo, imunisasi, KIA, KB, dsb) dan data manajemen obat
  2. Triwulan, Data kegiatan puskesmas
  3. Tahunan, meliputi fasilitas, Sarana dan Tenaga (SDM)

Alur pengiriman sampai saat ini:

  1. Dikirim ke Dinas Kesehatan TK II, diteruskan ke Dinas Kesehatan TK 1, kemudian diteruskan ke Departemen Kesehatan (c.q. Bagian Informsi Ditjern Pembinaan Kesehatan Masyarakat).
  2. Umpan balik dikirim ke kanwil depkes provinsi.

Pengolahan data

  1. Mengkompilasi data dari puskesmas.
  2. Mentabulasi data upaya kesehatan yang dilakukan.
  3. Menyusun kartu indeks penyakit
  4. Menyusun sensus harian untuk mengolah data kesakitan.
  5. Menyajikan dalam bentuk narasi, tabel, grafik sesuai kebutuhan.
  6. Melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dengan menggunakan data denominator.
  7. Melakukan analisa untuk kebutuhan pemantauan, intervensi, serta perencanaan di masa mendatang.
  8. Membuat peta wilayah puskesmas termasuk sarana kesehatan.

Pemanfaatan Data SP2TP

  1. Untuk memenuhi kebutuhan adminitrasi pada jenjang yang lebih tinggi dalam rangka pembinaan, perencanaan, dan penetapan kebijaksanaan.
  2. Dimanfaatkan puskesmas untuk peningkatan upaya kesehatan puskesmas melalui:
  • Perencanaan (perencanaan mikro)
  • Penggerakan dan pelaksanaan (lokakarya mini puskesmas)
  • Pengawasan, pengendalian, dan penilaian (stratifikasi)

Tinggalkan Komentar