Episode Sketsa Trans Tv yang Melecehkan Islam

0
Serial komedi Sketsa Trans Tv merupakan film pendek yang menyajikan rentetan skenario singkat namun menggelitik. Sketsa Trans Tv dalam beberapa episodenya menjadikan Islam sebagai salah bahan candaannya mulai dari pak Ustadz, Masjid dan lain sebagainya. Niat hati membuat orang tertawa namun terkadang entah sadar atau tidak sadar justru melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama. Dalam sebuah episode weekend, tepatnya tanggal 20 April 2013, Sketsa Trans Tv menyajikan adegan mirip film “Ayat-Ayat Cinta” yang diplesetkan menjadi “Sketsa-Sketsa Cinta”.
Adegan yang cukup membuat risih adalah ketika atribut Islam berupa cadar (niqob) dikemas dalam kepribadian wanita yang sama sekali tidak menjaga diri dari sentuhan. Ia digambarkan sebagai wanita yang dengan amat mudahnya menyentuh pria yang bukan mahrom. Nama wanita bercadar tersebut adalah Aisyah. Dalam adegan lainnya, ada sosok pria yang berperan sebagai Fahri. Fahri dipenjara karena dituding menghamili seorang laki-laki, dalam artian dituduh berhubungan badan dengan seorang banci.

Fahri memiliki kisah cinta dengan Maria, yang digambarkan sebagai wanita yang tidak menutup jilbab dengan sempurna karena rambutnya pun masih tampak. Ketika Fahri menemui Maria, datanglah seorang dokter yang menyuruh Fahri menyentuh Maria. Namun Fahri menolak dengan mengatakan bahwa ia bukan muhrimnya.
Kemudian datanglah Aisyah yang masih dengan cadarnya juga meminta Fahri menikahi Maria sambil memegang lengan Fahri. Sebuah alasan hina, Aisyah meminta Fahri untuk menikahi Maria agar bisa mencium Maria. Aisyah berkata,”Fahri aku mohon nikahilah Maria, dengan menikahi Maria, kalian akan menjadi muhrim dan kamu bisa menciumnya”. Disaat itu, Maria meninggal.
Setelah kematian Maria, Fahri pun hidup bersama Aisyah. Dalam adegan tersebut, ada sesi yang kembali diulang yaitu pegangan tangan antar pemainnya dengan atribut jilbab. Disela pegangan tangan dan percakapan tersebut, muncullah Maria sebagai sosok hantu dan pemerannya pun melepaskan jilbab ala kadarnya yang dipakai saat menjadi Maria.
Beberapa adegan yang perlu mendapat sorotan dalam episode tersebut adalah
  1. Homoseksual. Fahri dijebloskan ke penjara karena ia menghamili sipir penjara tersebut, padahal ia adalah laki-laki
  2. Bersentuhan dengan yang tidak halal. Adegan Aisyah menyentuh Fahri yang diulang hampir disetiap sesi.
  3. Penggunaan jilbab dan cadar oleh Aisyah yang tidak mencerminkan perilaku asli sebagai sosok akhwat bercadar yang begitu menjaga diri.
  4. Penghinaan terhadap profesi kesehatan yaitu dokter. Adegan dimana dokter memerintahkan Fahri untuk menyentuh Maria adalah sebuah bentuk pelecehan terhadap tenaga medis, seolah mereka tidak paham terkait dosa bersentuhan lawan jenis tanpa alasan syar’i seperti tindakan bedah dan lainnya.
  5. Pernikahan yang dilandasi nafsu. Adegan dimana Aisyah meminta Fahri menikahi Maria agar bisa mencium Maria.
  6. Penggunaan istilah yang kurang tepat antara muhrim dan mahrom. Muhrim adalah orang yang sedang ihrom di Ka’bah sedangkan mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi dalam lingkup keluarga namun boleh bersentuhan antar lawan jenis.
  7. Meninggalnya Maria lalu menjadi hantu. Dalam Islam, diajarkan pula yang namanya kehidupan setelah kematian yakni di alam kubur atau alam barzakh. Seolah Islam merestui adanya kepercayaan sebagian masyarakat bahwa ketika seorang telah meninggal maka rohnya masih gentayangan. Hal ini jelas penyesatan ‘aqidah.
  8. Bongkar pasang jilbab. Pemeran Maria dengan mudahnya melepaskan jilbab meskipun sebelumnya pun cara memakainya salah. 
  9. Setelah sketsa itu habis, ada foto cover yang menampilkan Aisyah berada dalam pelukan Fahri.  Aisyah yang lengkap dengan cadarnya dipeluk oleh Fahri dengan salah satu dada mereka bersentuhan dan tangan Aisyah memegang dada kanan Fahri. (Destur/eSPer)
Berikut episode komedi Trans Tv yang melecehkan Islam

Tinggalkan Komentar