Mau Jadi Penulis Kok Malas Bikin Tulisan

1
Senyumperawat.com – “Hanya orang yang inovatif yang mampu bertahan hidup”, satu kalimat yang sering saya sampaikan kepada para pemuda ketika saya diundang untuk memberikan sedikit petuah. Inovasi adalah bekal kita untuk menjadi sosok yang memiliki ciri khas. Seperti ucapan Mario Teguh,”Bukan orang yang kita kenal yang membuat kita sukses tapi orang yang kita kenal, dan kita dikenal karena keistimewaan kita”.

Inovasi dalam diri kita hanya akan kita dapatkan jika kita rajin membuat eksperimen. Siapa diri kita juga dapat kita dapati ketika kita rajin mengeksplorasi diri kita dengan hal-hal lain yang terkadang tidak kita duga. Contohnya saya sendiri, tidak terbayangkan sebelumnya bahwa akhirnya saya bisa membuat tulisan-tulisan aneh yang dikemas dalam bentuk blog seperti ini. Padahal saya dulu termasuk orang yang paling tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Di lain sisi saya adalah seorang perawat bukan orang yang dilatih untuk membuat tulisan dengan kaidah-kaidah baku. Lebih parah lagi adalah tulisan tangan saya sejak dulu termasuk dalam barisan orang dengan tulisan jelek, wajar disebut jelek karena terkadang saya sendiri pun tak bisa membaca tulisan saya sendiri. Akhirnya ketika mengikuti pelajaran atau pengajian, saya lebih suka merangkumnya dengan netbook kesayangan atau dengan Androidphone.
Ya, saya perawat tapi ternyata saya juga punya sedikit hobi bermain tulisan dan akhirnya suka membuat tulisan-tulisan aneh. Ternyata dari hal yang tidak kita duga itu, kita bisa dapati diri kita enjoy didalamnya.
Hal ini sama dengan tulisan itu sendiri. Kita akui telah banyak penulis senior yang jauh lebih mumpuni namun prestasi itu tidaklah didapati dengan instan. Mereka mulai dari belajar membuat tulisan, lalu rajin ikut lomba dan akhirnya tulisa-tulisannya itu diramu dalam sebuah bentuk buku.

Sebagai orang yang berharap diri menjadi seorang penulis, banyak di antara kita yang malu untuk membuat tulisan. Entah malu tidak ada yang membaca, malu jika banyak salah, malu dan malu dan malu. Akankah diri bisa mendapati sebuah inovasi jika malu untuk berlomba menuliskan sejarah kebaikan, tentu tidak.

Teringat satu tulisan saya yang untuk pertama kalinya tulisan itu saya posting dalam internet. Tulisan itu tidak ada pembacanya karena memang blognya pun amat sedikit kontennya. Hingga akhirnya semua berubah setelah saya belajar blog mulai dari desain tampilan, gaya penulisan dan memperluas wawasan.

Mau jadi penulis kok malas membuat tulisan, itulah kenapa banyak blog yang akhirnya dipenuhi sarang laba-laba. Dalam kesempatan lain kepada Komunitas Blogger Muslim, pernah saya sampaikan jika ingin menjadi penulis maka buatlah artikel minimal 3 artikel tiap harinya. Itu untuk melatih keterampilan bahasa dan peningkatan jumlah kosa kata yang dimiliki. Keluesan memilih diksi dan tentunya menentukan korelasi antar paragraf tidak didapati secara instan. Semuanya butuh proses dan proses itu harus dilalui dengan cara belajar lalu bertindak.

Maka dari itu, mari sesama orang yang suka merangkai kata hendaknya saling memberikan motivasi untuk rekan-rekan yang lain. Jika saya memiliki slogan “Celoteh Jari” lalu mana sloganmu kawan?. (Destur/eSPer)

Share

1 KOMENTAR

  1. Ya, malas memang jadi penyakit nih 🙁 sedangkan menulis itu adalah proses ya Mas, kalo gak dimulai ya kapan jadi sebuah tulisan. Semangat yuk 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.