Cinta Ditolak, Taqdir Bertindak

Senyumperawat.com – Semalam pak Mario dalam acaranya Golden Ways dengan lantang menyatakan bahwa beliau menolak pacaran. Alasannya cukup simpel, karena pacaran termasuk perilaku yang tidak baik bahkan menunjukkan kualitas yang buruk. Dalam sebuah gambar meme, beliau juga menuliskan bahwa orang yang pacaran itu buruk dan orang yang baik tidak mungkin pacaran. Lain pak Mario lain pula jika dikaitkan dengan istilah larangan pacaran dalam Islam.

Pacaran memang tidak diperbolehkan karena dalam Islam hanya diperbolehkan menikah jika cinta mulai tumbuh terhadap lawan jenis. Inilah yang lebih mengundang barokah Allah daripada menghamburkan usia hanya untuk melakukan dosa.

Dalam pernikahan ada proses pranikah yang disebut dengan ta’aruf dan khitbah. Keduanya memang bukan syarat sah nikah namun merupakan tahapan yang baik jika dilalui karena berbeda antara kaum muslimin sekarang dengan masa sahabat dahulu. Jika masa sahabat dahulu tidak perlu ditelisik asal-usul orang yang akan dinikahi pun sudah jelas kualitas keimanannya. Zaman ini akan berbeda, iman akan semakin sulit dijaga. Modal awal seseorang untuk menikah bukanlah sebatas harta benda karena sejatinya jaminan Allah untuk mencukupi mereka yang menikah adalah pasti. Modal keimanan dan ketaqwaan yang akan menyelematkan keluarga dari jurang neraka adalah modal pokok.

Itulah sebab terkadang wanita yang baik-baik menolak cinta kita. Namun ada pula yang menolak kita karena kita sudah mengikuti sunnah meskipun hanya sebatas pakaian.

Ada seorang teman yang menceritakan kisahnya sewaktu menyatakan cintanya. Dahulu ia menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tatkala ia masih belum mengenal sunnah, ia begitu diterima oleh si gadis namun selang beberapa waktu, si lelaki telah berubah total. Ia kini berpenampilan syar’i dengan gamis dan celana di atas mata kaki. Kemudian si gadis pun mengutarakan bahwa ia lebih suka penampilan sang lelaki yang dulu. Tidak “menyeramkan” sebagaimana sekarang, anggapnya.

Sebenarnya konsep dasarnya tidak begitu rumit. Setiap kita telah memiliki jodoh yang tertulis resmi dengan stempel. Satu hal yang perlu disadari bahwa kita hanya diwajibkan untuk memantaskan diri. Jika kita belum pantas untuk menjadi pemimpin keluarga maka kita pun tidak akan didekatkan dengan sosok yang kita idamkan. Dalam upaya memantaskan diri tersebut, ada upaya juga untuk mencari. Ketika kita mencari ke mana-mana ternyata masih belum jumpa maka memang Allah masih menguji kesungguhan kita untuk menyudahi masa lajang.

Dalam proses pencarian itu pula maka akan dijumpai salah satu ujian penolakan. Cinta ditolak maka kembali pada Allah, jangan ke dukun. Penolakan terhadap maksud baik kita itu bukanlah tanpa sebab. Jelas sekali sebabnya adalah karena dia bukan jodoh kita. Jadi jangan memaksakan kehendak jika memang taqdirnya bukan bersamanya.

Cukup mudah untuk memahani masalah ini namun bekal keislaman yang cukup adalah suatu yang tidak diraih dengan instan. Kita bisa mengatakan sebagaimana pendapat di atas karena kita bisa memahami kehendak Allah. Kita masih disuruh untuk memperbaiki diri dulu hingga akhirnya jika sudah benar-benar baik maka Allah tunjukkan jalan untuk menjemputnya.

Orang-orang yang kemudian tidak memiliki modal keislaman yang mumpuni namun mendapatkan jodoh yang menurut pandangan manusia bak bidadari karena kecantikannya yang rupawan, bukanlah semata rejeki baginya. Itu adalah ujian seleksi. Orang yang tidak kuat diuji dengan keluarganya maka ia akan memilih untuk bercengkerama dengan istri yang cantik dan anak yang menyejukkan mata. Bagi para mujahid, istri dan anak hendaknya tidak menjadi skala prioritas utama melebihi kepentingan Allah dan Rosul-Nya.

Itulah sebuah nasihat untuk penulis dan pembaca. Semoga kita tidak gegabah menganggap Allah tidak menyayangi kita hanya karena jodoh kita belum tampak. Yakinlah bahwa Allah akan menunjukkan jalan menuju jodoh kita dengan syarat kita sudah pantas untuk diberikan amanah memimpin istri dan tentunya bekal keislaman kita sudah cukup untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. (Destur/eSPer)

Share

This website uses cookies.