Ternyata Sayuran Dapat Mencegah Alzheimer

3
Sebuah riset menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan sayuran dapat mencegah terjadinya penyakit Alzheimer.
Penyakit Alzheimer adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap, yang biasanya disertai dengan perubahan kepribadian dan kemampuan untuk mengekspresikan diri. Hal ini terjadi akibat akumulasi dari gumpalan protein dan kekusutan serabut sel saraf di dalam otak seseorang yang mengakibatkan terjadinya kematian sel saraf di dalam otak, sehingga mengganggu fungsi normal dari otak. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka dengan riwayat hipertensi atau riwayat keluarga menderita Alzheimer, dan juga pada orang tua.
Para peneliti Amerika menemukan bahwa diet tinggi lemak tak jenuh, lemak yang tidak terhidrogenasi (unhydrogenated fats) yang terkandung dalam sayuran dan beberapa minyak dapat mengurangi resiko penyakit Alzheimer.
Namun dalam sebuah studi terpisah menyebutkan bahwa vitamin antioksidan tidak memberikan pengaruh berarti terhadap penyakit Alzheimer.
Dalam sebuah riset pertama, para peneliti dari Rush-Presbyterian-St. Luke’s Medical Center di Chicago, meneliti 815 orang yang berusia 65 tahun atau lebih tua selama 4 tahun.
Dari studi tersebut ditemukan sebanyak 131 sampel didapati memiliki gejala Alzheimer. Peneliti mendapati bahwa resiko tinggi berkembangnya penyakit ini adalah karena konsumi lemak jenuh seperti yang terkandung dalam daging dan produk olahan susu.

“Ada penelitian yang menunjukkan bahwa diet tinggi lemak tak jenuh dan rendah lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah”, ujar Dr Martha Clare Morris seperti yang dilansir News.bbc.co.uk.
Orang yang rajin mengonsumsi lemak jenuh memiliki resiko hingga 2,3 kali terhadap berkembangnya penyakit Alzheimer daripada yang menerapkan diit rendah lemak ini. Sebaliknya, orang-orang yang menerapkan diet tinggi lemak tak jenuh, 80% lebih kecil kemungkinannya penyakit Alzheimer berkembang pada dirinya daripada yang menerapkan diit rendah lemak jenuh.
“Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan tersebut,” Ungkap ketua tim riset, Dr Martha Clare Morris kepada BBC NewsOnline.

“Ada studi yang menunjukkan bahwa diet tinggi lemak tak jenuh dan rendah lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.”, Terang Dr Moris.

Diperkirakan bahwa low-density lipoprotein (LDL) yang biasa disebut lemak jahat, kolesterol mungkin memainkan peran dalam pembentukan plak amiloid yang ditemukan dalam otak penderita Alzheimer.
Vitamin
Dalam penelitian kedua, para peneliti dari Columbia University di New York menyimpulkan bahwa karoten dan vitamin C & E yang diperoleh dari makanan atau melalui suplemen tidak terkait dengan penurunan risiko Alzheimer.
Beberapa peneliti menduga bahwa Alzheimer disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak yang disebabkan oleh radikal bebas.
Para peneliti dari Universitas Colombia ini melibatkan 980 orang. Sejumlah 242 sampel menunjukkan berkembangnya penyakit Alzheimer pada dirinya selam studi 4 tahun.
Menurut para peneliti ini, tidak ada bukti bahwa konsumsi karoten, vit. A dan E mengurangi resiko berkembangnya Alzheimer.
Kedua studi ini dipublikasikan dalam jurnal Archives of Neurology.

Sumber: News.bbc.co.uk
Alih bahasa: Destur Purnama Jati Amd. Kep
Share

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.