Muslimah Masa Kini, Baru Lahir Kemarin Sore Sudah Berani Membuat Syari’at Jilbab Baru

1
Perihal jilbab senantiasa selalu diingatkan. Begitulah Islam, tidak pernah bersifat cuek terhadap saudaranya. Kepedulian kaum Muslimin terhadap saudaranya adalah sebuah bukti kecintaan dan tentunya keimanan. Tidaklah Rosulullah ‘alayhi sholatu was salam wafat melainkan kalimat yang beliau ulang-ulang pada akhir hayat beliau adalah kalimat “Ummaty, ummaty, ummaty (umatku, umatku, umatku)”. Begitu cintanya beliau kepada umatnya agar tidak menjadi penghuni neraka dan dapat berkumpul dengan beliau.

Sungguh malu ketika kecintaan Rosulullah ‘alayhi sholaatu was salaam justru kita balas dengan melecehkan syari’at yang telah beliau ajarkan. Standar kebenaran adalah Al Quran dan Sunnah, bukan kata si dia atau dia. Akan rusak pemahaman seseorang jika indikator baik itu adalah adat istiadat, pandangan orang-orang atau yang lain selain dari standar baku kehidupan berislam.

Jilbab sebagai pakaian muslimah tentu bukan urusan yang bisa dianggap remeh. Menganggap remeh terhadap syari’at Islam akan sama maknanya dengan melecehkan Allah dan Rosul-Nya. Sebagaimana kisah para shohabiyah ketika syari’at jilbab turun yakni dalam suroh Al Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31, saat itu pula para suami pulang kepada istrinya dan menyampaikan ayat tersebut kepada istri dan anak-anak perempuan mereka. Tahukah anda apa yang mereka lakukan, mereka langsung mengambil kain lebar hingga bahkan gorden (tirai) rumah mereka dilepas dan mereka gunakan untuk menutup aurot mereka. Subhanallaah, betapa kecintaan mereka terhadap Allah dan Rosul-Nya membuat mereka mau mengorbankan apa pun demi mendapatkan Ridho Allah.

Alangkah mirisnya ABeGe masa kini yang sulit sekali menerima syari’at jilbab yang benar. Bukannya segera menutup aurot mereka namun justru berbondong-bondong ke toko jilbab mencari jilbab yang dapat menampakkan keindahan tubuh mereka. Bisa dikatakan bahwa mereka telah membuat syari’at baru. Membuat standar kebaikan baru menyelisihi Al Quran dan Sunnah.

Para artis pun sekarng menjadi standar baku jilbab itu benar atau salah. Jilbab akan dianggap benar jika banyak cowok yang lihat dan menyukai lekak-lekuk tubuhnya. Bisa dilihat sendiri model kerudung gaul yang diikatkan dileher atau yang dipadu dengan celana jeans atau legging adalah dakwah munkar ala barat yang cukup berhasil.

Satu konsep barat yang harus kita pahami dan ternyata ini sangat sukses yaitu

“Tidaklah perlu barat membakar Al Quran di depan kaum Muslimin, namun cukuplah menjauhkan generasi Islam dari Al Qur-an maka Islam akan hancur”

PR besar bagi para da’i untuk terus dan terus amar ma’ruf dan nahi munkar. Kebenaran adalah jelas dan kesesatan adalah jelas dan jauhilah perkara syubhat. (Destur/eSPer)
Share

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.