Menguji Kredibilitas Rapotivi, Aplikasi Untuk Melaporkan Acara Tv

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) merilis sebuah aplikasi Android bernama Rapotivi. Aplikasi ini difungsikan untuk mempermudah masyarakat Indonesia yang mendapati ada tayangan yang tidak pantas untuk mewarnai televisi atau perangkat radio atau apa pun bentuknya. Rapotivi hadir dalam bentuk aplikasi Android karena perkembangan teknologi gadget semakin marak dan menjamur.
“Frekuensi adalah milik publik. Pajak publik dipakai untuk membiayai pengelolaan frekuensi tersebut. Karena sudah meminjam frekuensi dan mengambil untung dari siaran iklan, maka stasiun TV wajib menyediakan tayangan yang sehat, benar, dan bermanfaat bagi publik,” kata Roy Thaniago Direktur Remotivi di Jakarta (21/2/15) sebagaimana dilansir Antaranews.com.
KPI menjelaskan tentang kriteria tayangan yang tidak bermanfaat diantaranya seperti:
  1. Bermuatan kekerasan, 
  2. Objek seks,
  3. Melecehkan penyandang difabilitas, profesi atau masyarakat adat tertentu,
  4. Pemberitaan tidak relevan dengan kebutuhan warga, seperti perceraian dan persalinan pesohor.

Dalam momen yang penuh konflik media kali ini, saatnya umat Islam menguji kredibilitas aplikasi ini. Fakta mengatakan bahwa biar pun kaum Muslimin dengan tegas memboikot tayangan ANTV yakni “King Suleiman” namun hingga kini film yang melecehkan Islam tersebut masih saya hadir merusak sejarah Islam. (Destur/eSPer)
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker