Membina Sakinah Melalui Proyek Dakwah Keluarga

0
Makin hari makin tampak, itulah sebuah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa upaya kaum kafir untuk merusak umat Islam begitu gencar. Generasi muda kaum Muslimin yang sejatinya harus kental dengan ilmu justru semakin jauh dari ilmu. Jika anak besar dalam keluarga yang paham agama maka boleh jadi permasalahan terhadap tumbuh kembang keimanannya pun jauh lebih terjaga daripada anak yang hidup dalam keluarga yang awam. Tanpa menafikan kemampuan orang tua dalam mendidik anak namun secara garis besar demikian. Anak yang hidup dalam keluarga yang “biasa saja” dalam taraf keilmuan agamanya maka boleh jadi sang anak akan sedikit sekali mendapatkan perhatian terkait suplemen hati.
Televisi hingga kini tetap menjadi daya tarik bagi kaum Muslimin disetiap petangnya. Anak-anak sekarang benar-benar dijauhkan dari masjid dan surau. Jika dulu ketika televisi masih begitu jarang dijumpai yang bahkan satu kampung terkadang baru ada satu televisi yang ditonton seluruh warga, masyarakat kala itu begitu rajin jama’ah ke masjid. Riuh gelak tawa anak-anak pada masa itu begitu riangnya tatkala belajar membaca Alif, Ba, Ta dan seterusnya. Pemandangan seperti ini kini mulai jarang dijumpai di kampung-kampung.
Acara televisi anak yang sengaja dikemas pada waktu menjelang maghrib hingga bahkan usai waktu ‘isya amatlah berbahaya. Pola pendidikan anak yang seharusnya dikemas dengan mengaji ilmu Al Qur-an justru disisihkan oleh tayangan-tayangan yang melenakan.
Alangkah baiknya jika para orang tua mulai menyusun agenda dakwah keluarga. Peran ayah sangatlah penting dalam menjaga anggota keluarganya agar tetap sholih dan sholihah. Peran ibu sebagai pelaksana asuhan pendidikan kepada anak juga amatlah vital. Ketika sudah disusun jadwal dakwah keluarga tersebut maka pola pendidikan anak akan terbina dengan struktural.
Hendaknya pasangan suami istri telah merencanakan program dakwah keluarga sehingga perjalanan kehidupan berumah tangga pun berjalan terskema. Lebih baik lagi jika sebelum menikah, masing-masing personal telah memiliki proyek dakwah keluarga tersebut sehingga ketika dipertemukan dalam ikatan pernikahan, proyek tersebut hanya tinggal dikoreksi dan disinkronisasikan antar kedua belah pihak.
Dalam postingan berikutnya insyaa Allaah akan penulis sajikan contoh rumusan proyek dakwah keluarga. Perlu diingat bahwa proyek tersebut penulis susun dalam posisi penulis belum menikah sehingga jika pun ada kekurangan yang terdapat didalamnya adalah sebuah hal yang semoga dapat dimaklumi. Sebagaimana penulis sampaikan pada paragraf sebelumnya. Lebih baik proyek dakwah keluarga tersebut disusun jauh hari sebelum menentukan untuk menjemput pasangan yang Allah janjikan.

Tinggalkan Komentar