Liputan Islam yang Asli Syi’ah dan Muslimedianews yang Taqiyah

0

Bersatunya website syi’ah dan munculnya berbagai website syi’ah baru merupakan bentuk ketakutan penganut paham kafir ini dalam menghadapi gencarnya kaum Muslimin yang menyerukan anti syi’ah. Banyak sekali seri bantahan yang mereka buat untuk membela diri. Pembelaan yang cenderung terlalu dipaksakan dengan membuat kedustaan-kedustaan seolah syi’ah bukanlah kafir.

Kita semua ketahui bahwasanya syi’ah bukanlah bagian dari Islam. Dalam setiap bantahan-bantahan mereka, atau lebih tepat disebut pembelaan, banyak sekali kutipan atau kabar bohong yang mereka tampilkan. Sebut saja salah satu berita terbaru mereka yang berjudul “Indonesia Darurat Syiah atau Wahabi Radikal” dalam Liputan Islam dan atau “Indonesia Darurat Wahabi Radikal atau Syi’ah” dalam Muslimedianews.com. Keduanya tampak sangat akur dan saling sinergi. Dalam Muslimedianews disebutkan “Kita tetap menganggap mereka sebagai¬†bagian dari Islam, haram darahnya kehormatannya dan hartanya”, sejak kapan kaum NU menganggap syi’ah sebagai Islam, ini adalah sebuah kedustaan.

Sebuah statement yang sangat menjelaskan betapa jahilnya orang-orang di balik Muslimedianews adalah “Perlu diketahui, bahwa keberadaan kaum Syiah bukan barang baru di Indonesia. Namun, seperti layaknya secara umum, di Indonesia hampir tak pernah ditemui konflik sektarian yang melibatkan antara Sunni-Syiah”. Sangat khas dengan tabiat syi’ah yang membuat seolah kerusuhan-kerusuhan yang syi’ah buat bukanlah sebuah konflik. Masih terngiang betapa kejamnya syi’ah di Sampang sehingga kita sebagai ASWAJA melakukan pembelaan atas kebiadaban syi’ah itu.

Tidak lain tulisan yang terlalu dipaksakan tersebut adalah sebuah pembelaan atas khawatirnya mereka terhadap pahamnya kaum Muslimin Nahdhiyin atas fakta bahayanya syi’ah bagi kehidupan beragama dan bernegara. Kini saatnya ¬†website Islam dan juga para blogger Muslim bersatu untuk menumpas opini-opini sesat kaum syi’ah yang selalu membuat issue tentang “WAHABI” agar kaum Muslimin terpecah lagi dan lalai akan musuh berbahaya, syi’ah. (Destur/eSPer)

Tinggalkan Komentar