Di Sini, Keliling Jalan Tanpa Busana Lebih Bermartabat Daripada Pakai Celana Cingkrang

1
Paradigma yang brutal dihadirkan melalui sisipan ideologi pemusnah massal ala barat. Pemusnahan terhadap syari’at Islam telah membabi buta. Pencitraan “si biang kerok“, siapa lagi jika bukan amerika dan kroco-kroconya telah membuahkan hasil. Sudah sekian lama Islam dijajah hingga masalah busana pun dihajar habis-habisan.
Celana cingkrang yang dalam hal ini bagi laki-laki adalah sebuah sunnah yang mesti diikuti, menjadi momok yang meresahkan bagi masyarakat. Celana di atas mata kaki adalah tuntunan Nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wa sallam. Jika enggan mengikuti sunnah lantas Nabi mana lagi yang mau diikuti. Fenomena sekarang justru terbalik, kaki di kepala dan kepala pun di kaki. Seolah makhluk semisal Justin Bieber adalah seorang nabi yang mesti diikuti sehingga anak muda sekarang berlomba menyerupainya.
Lantas unik jika dibandingkan dengan sosok orang tidak waras alias gila. Mereka berjalan mengarungi samudra manusia dan menjelajahi tiap jengkal jalan raya. Sepanjang sejarah kehidupan manusia, belum pernah terdengar berita seorang gila ditembak di teras Masjid karena kegilaannya. Justru mencengangkan adalah berita bahwa ada seorang muslim ditembak mati di teras Masjid karena keislamannya.
Virus mematikan yang sangat berbahaya telah berhasil kaum kufar sebarkan. Jika virus itu sebatas menyerang fisik maka masih bisa diupayakan obatnya namun ketika virus itu adalah virus hati maka hanya Allah yang bisa kuasa akan memberi hidayah atau justru sekalian dimatikan hatinya.
Semoga sunnah akan tetap hidup di akhir zaman. Menggenggam bara api ternyata memang panas dan panasnya bara api dunia semoga terbalaskan dengan sejuknya air Surga bagi mereka yang teguh menegakkan sunnah. (Destur/eSPer)
Share

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.